Jepang Minta China Setop Tes Swab Pantat pada Warganya

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 11:27 WIB
Korban tewas imbas virus corona kian bertambah hingga melebihi 2.100 orang secara global. Belum lama ini, 2 orang di Iran juga tewas akibat COVID-19.
Ilustrasi (dok. AP Photo)

"Para peneliti menunjukkan bahwa bagi beberapa orang yang terinfeksi, durasi waktu hasil nucleic positif bertahan lebih lama pada (sampel) tes tinja dan dubur dibanding pada saluran pernapasan bagian atas. Oleh karena itu, menambahkan tes swab anal bisa meningkatkan tingkat deteksi positif dari yang terinfeksi," imbuhnya.

Namun, tidak diketahui secara jelas apakah tes swab anal jauh lebih efisien dalam mendeteksi COVID-19.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China membantah laporan yang menyebut para diplomat Amerika Serikat (AS) di wilayahnya diminta melakukan tes swab anal untuk COVID-19. Laporan media itu menyebut beberapa diplomat AS mengeluhkan prosedur tersebut.

Halaman

(nvc/ita)