Round Up

Skandal Pemerkosaan Gadis Remaja Menimpa Menteri Australia

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 05:45 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Sydney -

Australia kembali menjadi sorotan setelah seorang Menteri dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis pada tahun 1998. Gelombang seruan penangguhan jabatan kepada sang tertuduh ditolak oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Seperti dilansir AFP, Senin (1/3/2021) Morrison menolak lantaran mengaku sudah mendengar kesaksian dan bantahan dari seorang menteri yang tidak disebutkan namanya itu. Morrison - yang sudah berada di bawah tekanan publik akibat budaya seksis 'toxic' dalam politik Canberra - bersikeras bahwa menteri itu tidak bersalah sampai terbukti di pengadilan.

"Tuduhan tindakan kriminal harus ditangani oleh lembaga yang kompeten dan berwenang," kata Morrison, seraya menambahkan itu adalah "urusan polisi".

Tuduhan itu mencuat setelah Morrison menerima surat yang menyebut seorang anggota kabinetnya terlibat pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 16 tahun di Sydney pada tahun 1988. Pada tahun lalu, korban pemerkosaan itu bunuh diri.

Sosok anggota kabinet itu tidak disebutkan namanya karena dilindungi dalam undang-undang pencemaran nama baik Australia. Morrison pun mengaku sudah menghubungi menteri itu dan dirinya "benar-benar membantah tuduhan ini."

"Ini adalah tugas polisi, di negara di mana Anda diatur oleh aturan hukum, yang menentukan kebenaran dari setiap tuduhan seperti ini," kata Morrison.

"Orang yang terlibat di sini dengan keras menolak tuduhan ini. Jadi, ini masalah polisi," imbuhnya.

Senator oposisi Sarah Hanson-Young - yang juga menerima surat itu dan meneruskannya ke polisi - mengatakan "tidak ada prospek" untuk kasus ini disidangkan dan penyelidikan independen harus dilakukan.

Polisi mengatakan mereka telah "menerima pengaduan terkait dengan sejarah penyerangan seksual," tetapi tidak akan memberikan komentar lebih lanjut. Melihat fakta karena sang korban meninggal dan tidak dapat diinterogasi, serta rentang waktu yang sangat lama membuat tuduhan ini sulit dituntut.

Saksikan juga 'Australia Cabut Kewarganegaraan Warganya Bila Terlibat Terorisme':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2