Round Up

Kutukan Keras AS untuk Houthi Gara-gara Serangan Rudal ke Saudi

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 05:14 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Foto: Pemberontak Houthi (AP Photo/Hani Mohammed, File)
London -

Serangan rudal Houthi di Arab Saudi mendapatkan kecaman dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Diketahui Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan rudal dan drone menargetkan area wilayah sipil, yang kemudian berhasil dicegat pasukan koalisi Arab Saudi.

Seperti dilansir Arab News, Senin (1/3/2021) Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan "Serangan-serangan ini tidak hanya mengancam warga sipil yang tidak bersalah tetapi juga prospek perdamaian dan stabilitas di Yaman,"

AS juga meminta milisi Houthi untuk "mengakhiri serangan mengerikan ini dan terlibat secara konstruktif dengan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Martin Griffiths dan Utusan Khusus AS Tim Lenderking dengan tujuan membawa perdamaian, kemakmuran, dan keamanan bagi rakyat Yaman."

Lenderking, diplomat veteran yang baru diangkat, saat ini berada di wilayah tersebut untuk mengadakan pembicaraan dengan pejabat-pejabat Yaman, Arab Saudi dan PBB untuk membantu membawa solusi politik bagi perang Yaman.

"Amerika Serikat tetap berkomitmen pada kemitraan jangka panjangnya dengan Kerajaan Arab Saudi dan untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayahnya saat menghadapi serangan dari kelompok-kelompok yang berpihak pada Iran," kata Deplu AS dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden dan Raja Salman dalam panggilan telepon pada Kamis (25/2), disebutkan bahwa Washington berkomitmen untuk membela Kerajaan Saudi dari ancaman apa pun.

Diketahui Arab Saudi berhasil mencegat serangan rudal yang diluncurkan oleh kelompok pemberontak Houthi ke wilayahnya pada Sabtu (27/2). Kejadian itu membuat rumah-rumah warga sipil sempat dihujani puing-puing rudal.

Kelompok Houthi telah meningkatkan serangan terhadap kerajaan itu, seiring upayanya untuk merebut benteng terakhir pemerintah di Marib, Yaman Utara.

"Koalisi militer pimpinan Saudi menggagalkan serangan rudal balistik Houthi yang menargetkan Riyadh," demikian disebutkan dalam siaran televisi pemerintah Ekhbariya, tanpa menyebutkan jumlah rudal yang dicegat.

Saksikan video 'Pesawat Sipil di Arab Saudi Diserang Houthi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2