Singapura Serukan Militer Myanmar Hentikan Kekerasan pada Demonstran

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 17:45 WIB
Menlu Singapura Vivian Balakrishnan. agung Pambudhy/detikcom.
Menlu Singapura (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Singapura -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, Vivian Balakrishnan menyerukan militer Myanmar untuk menghentikan penggunaan kekuatan mematikan pada warga sipil yang melakukan demonstrasi. Dia juga meminta Aung San Suu Kyi dan tahanan politik lainnya untuk segera dibebaskan.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (1/3/2021) menurut Kantor Hak Asai Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Minggu (28/2) sedikitnya 18 orang tewas ketika otoritas Myanmar menindak para demonstran aksi tolak kudeta.

Balakrishnan mengatakan perkembangan baru-baru ini di Myanmar menjadi keprihatinan besar bagi Singapura dan ASEAN.

"Prioritas segera adalah menghentikan semua tindakan kekerasan dan penggunaan kekuatan mematikan, dan mundur dari situasi yang memburuk dengan cepat," kata Balakrishnan, seraya menyoroti peningkatan kekerasan yang signifikan pada hari Minggu (28/2) di seluruh kota di Myanmar.

"Kami terkejut dengan penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil," kata Dr. Balakrishnan, seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Singapura menegaskan kembali bahwa penggunaan senjata mematikan terhadap warga sipil tidak dapat dimaafkan dalam segala keadaan, dan menyerukan militer untuk menahan diri dari kekerasan.

Dr. Balakrishnan mengatakan, ketidakstabilan yang berkepanjangan di Myanmar akan memiliki "konsekuensi serius" bagi negara itu, ASEAN, dan di seluruh kawasan.

Dia meminta semua pihak di Myanmar untuk terlibat dalam diskusi dan bernegosiasi dengan itikad baik, dan untuk mengejar solusi politik damai jangka panjang bagi mereka untuk mencapai rekonsiliasi nasional, termasuk untuk menemukan cara untuk kembali ke jalur transisi demokrasi.

"Kami yakin ini hanya dapat dimulai jika Presiden Win Myint, Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Aung San Suu Kyi, dan tahanan politik lainnya segera dibebaskan," kata Balakrishnan.

Simak Video: 18 Pedemo di Myanmar Tewas

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2