Iran Tolak Usulan Eropa Gelar Pertemuan Nuklir: Waktunya Tidak Tepat

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 12:22 WIB
Krisis nuklir Iran: Apa rencana Iran di balik niat meningkatkan pengayaan uranium hingga kemurnian 20%?
Ilustrasi nuklir Iran (Foto: BBC World)
Teheran -

Iran menolak tawaran Uni Eropa untuk mengadakan pertemuan informal yang melibatkan Amerika Serikat (AS) mengenai kesepakatan nuklir 2015. Iran menganggap 'waktunya belum pas' lantaran AS belum juga mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran.

"Mempertimbangkan posisi dan tindakan yang dilakukan Amerika Serikat dan tiga negara Eropa lainnya, (Iran) mempertimbangkan bahwa ini waktu yang tidak tepat untuk mengadakan pertemuan informal yang diusulkan oleh koordinator Eropa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.

"Masih belum ada perubahan dalam posisi dan perilaku AS," tambahnya, seraya mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden melanjutkan "kebijakan tekanan maksimum Trump yang gagal."

Seperti dilansir AFP, Senin (1/3/2021) awal bulan Februari lalu, Uni Eropa mengusulkan pertemuan informal yang melibatkan semua pihak dalam kesepakatan nuklir 2015, sebuah proposisi yang diterima oleh pemerintahan Biden.

Setelah terpilihnya Biden, pihak-pihak Eropa dalam kesepakatan itu - Prancis, Jerman dan Inggris - dan Iran telah berusaha untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015. Kesepakatan itu hampir runtuh sejak mantan presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum" terhadap Teheran.

Biden telah mengisyaratkan kesiapan untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu, tetapi bersikeras Iran harus lebih dahulu kembali ke semua komitmen nuklirnya, yang sebagian besar ditangguhkan sebagai tanggapan atas sanksi. Sebaliknya, Iran menuntut AS untuk lebih dahulu membatalkan sanksi.

"Meskipun kami kecewa dengan tanggapan Iran, kami tetap siap untuk terlibat kembali dalam diplomasi untuk kembali ke kepatuhan," kata juru bicara Gedung Putih, Minggu (28/2).

"Kami akan berkonsultasi dengan mitra P5 + 1 kami tentang cara terbaik nantinya," tambah juru bicara itu, merujuk pada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, ditambah Jerman.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran ini muncul menjelang pertemuan triwulan dengan pengawas nuklir PBB, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang kemungkinan akan membahas pembatasan Iran atas beberapa inspeksi nuklir.

Lihat juga video 'Iran Setujui Kesepakatan Tekhnis Pengawasan Nuklir IAEA':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2