Iran Serukan Identifikasi Pelaku Serangan Roket Kedubes AS di Irak

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 09:36 WIB
Irans Foreign Minister Mohammad Javad Zarif addresses a joint news conference with his Iraqi counterpart following their meeting in Baghdad on July 19, 2020. (Photo by AHMAD AL-RUBAYE / AFP)
Menlu Iran Javad Zharif (Foto: AFP/AHMAD AL-RUBAYE)
Teheran -

Otoritas Iran meminta Irak untuk mengidentifikasi para pelaku serangan roket ke kedutaan Amerika Serikat dan sasaran Barat lainnya di negara itu. Iran juga menyebut serangan itu dimaksudkan untuk merusak hubungan Iran-Irak.

"Kami menggarisbawahi perlunya pemerintah Irak mengidentifikasi para pelaku insiden-insiden ini," kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif setelah pembicaraan di Teheran dengan mitranya dari Irak Fuad Hussein, seperti dilansir AFP, Minggu (28/2/2021).

Pada Senin (22/2) serangan roket menghantam zona dengan keamanan tinggi di Baghdad, Irak, yang menjadi lokasi Kedutaan Besar AS. Serangan itu adalah serangan ketiga dalam seminggu terakhir, yang menargetkan misi diplomatik, militer atau komersial negara Barat di berbagai wilayah Irak.

"Serangan dan insiden baru-baru ini ... dapat dirancang untuk mengganggu hubungan Iran-Irak dan membuat tidak stabil" kata Zarif dalam sebuah pernyataan.

Pertemuan antara Iran dan Irak terjadi setelah serangan balasan dilakukan Amerika Serikat pada Kamis malam (25/2) waktu setempat. AS membalas serangan ke Kedubes-nya dengan meluncurkan serangan udara ke fasilitas milik milisi pro-Iran di dekat perbatasan dengan Irak.

Pentagon membenarkan bahwa Presiden Joe Biden telah mengizinkan serangan itu dan digunakan sebagai tanggapan atas serangan baru-baru ini terhadap personel Amerika dan koalisi di Irak.

Pada Jumat (26/2) Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan bahwa pemerintah AS ingin membuat serangan balasan sebagai hal yang "sangat, sangat jelas - terutama untuk Iran - bahwa mereka tidak dapat bertindak dengan impunitas terhadap rakyat kami, mitra kami, kepentingan kami."

Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab terhadap serangan di Baghdad itu. Sementara, intelijen AS menyebut faksi garis keras pro-Iran yang beroperasi di bawah perlindungan pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi yang disponsori negara Irak harus bertanggung jawab.

Simak video '3 Roket Hantam Bandara Erbil Irak: 1 Tewas, 5 Terluka':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2