Biden Sebut Serangan Udara AS di Suriah Jadi Peringatan untuk Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 11:56 WIB
Presiden AS Joe Biden jungkirbalikkan aturan perubahan iklim era Trump, apa saja isinya?
Joe Biden (dok. BBC World)

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyatakan pemerintahan Biden ingin membuatnya 'sangat, sangat jelas -- terutama untuk Iran -- bahwa mereka tidak bisa bertindak dengan impunitas terhadap rakyat kita, mitra kita, kepentingan kita'.

"Dan saya pikir -- dan berharap -- agar pesan itu diterima dengan jelas," cetusnya.

Syrian Observatory for Human Rights melaporkan sedikitnya 22 petempur dari paramiliter Hashed al-Shaabi tewas akibat gempuran udara AS. Disebutkan bahwa pesawat-pesawat tempur AS mengenai tiga truk yang dipenuhi amunisi yang datang dari Irak dekat perbatasan Suriah, juga menghancurkan pos perbatasan Hashed -- merupakan kelompok milisi yang mencakup milisi kecil terkait Iran.

Kirby menyatakan Pentagon telah menerima 'detail awal' soal korban tewas akibat serangannya, namun menolak merilis jumlah pastinya. Kirby hanya menyebut bawa sembilan 'fasilitas' yang digunakan milisi pro-Iran di Suriah 'hancur total' dan dua fasilitas lainnya 'hancur sebagian'.

Disebutkan juga oleh Kirby bahwa lokasi yang menjadi target serangan digunakan oleh Kataeb Hezbollah dan Kataeb Sayyid al-Shuhada, dua kelompok Irak pro Iran yang beroperasi di bawah Hashed. Kirby menambah bahwa mitra-mitra AS di Irak dan Kurdi memberikan intelijen yang mengarah pada posisi kelompok yang mendalangi serangan roket terhadap tentara AS di Irak.

Serangan itu menjadi aksi militer pertama AS di bawah Biden yang menjabat sejak bulan lalu dan dilakukan saat AS membuka pintu untuk melanjutkan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Halaman

(nvc/idh)