Geger Pendukung Trump Ancam Ledakkan 'Gedung DPR'

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 03:27 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Pengamanan di sekitar Capitol (Foto: AP/Alex Brandon)
Washington DC - Kepolisian Amerika Serikat (AS) memperketat pengamanan gedung Capitol usai ada indikasi ancaman dari para pendukung mantan presiden Donald Trump. Disebutkan mereka mengancam meledakkan gedung dan membunuh anggota parlemen disana.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (26/2/2021), menurut Kepala Kepolisian, Yogananda Pittman, kelompok pro-Trump itu berencana melancarkan serangan ketika Presiden Joe Biden menyampaikan pidato di depan parlemen.

"Anggota kelompok militan yang hadir pada kerusuhan 6 Januari menyatakan keinginan mereka untuk meledakkan Capitol dan membunuh sebanyak mungkin anggota parlemen dengan kaitan langsung dengan pidato kenegaraan," kata Pittman kepada Komite Alokasi Dewan Perwakilan AS.

Jadwal penyampaian pidato kenegaraan Biden di depan Kongres belum dipastikan.

"Kami pikir Kepolisian Capitol harus meningkatkan pengamanan hingga ancaman berbahaya sudah tidak ada," imbuhnya.

Pengamanan di Washington kian diperketat setelah serangan mematikan di Capitol pada 6 Januari lalu. Kepolisian melapisi pagar berduri dan menyiapkan pasukan Garda Nasional di pos pemeriksaan.

Sekitar 5.000 tentara diperkirakan akan bertahan hingga pertengahan Maret mendatang untuk berjaga-jaga.

Pendukung pro-Trump menyerbu Capitol sebagai upaya menghentikan pengesahan kemenangan Biden di Kongres. Saat itu, partai Republik mengklaim adanya kecurangan pemilu yang terjadi pada November lalu.

Serangan itu menunda sertifikasi kemenangan Biden selama beberapa jam, karena anggota parlemen terpaksa melarikan diri dari massa yang ricuh. Lima orang tewas dalam kekerasan itu, termasuk seorang petugas Kepolisian Capitol.

Sejauh ini, lebih dari 200 orang telah didakwa atas peran mereka dalam kerusuhan tersebut, termasuk beberapa yang terkait dengan kelompok sayap kanan seperti Oath Keepers dan Proud Boys. (izt/ita)