Parlemen Belanda Nyatakan China Lakukan Genosida terhadap Uighur

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 15:53 WIB
Inggris tuduh China lakukan pelanggaran HAM mengerikan terhadap etnis Uighur
Warga etnis Uighur (Foto: BBC World)
Amsterdam -

Parlemen Belanda pada Kamis (25/2) waktu setempat mengeluarkan mosi yang menyatakan perlakuan terhadap warga minoritas Muslim Uighur di China sama dengan genosida. Klaim Belanda ini menjadi yang pertama dilakukan oleh negara di Benua Eropa.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (26/2/2021), aktivis dan pakar hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan setidaknya 1 juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah terpencil di Xinjiang. Para aktivis dan beberapa politisi Barat menuduh China melakukan penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi terhadap mereka.

China menyangkal adanya pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan mengatakan kamp-kampnya menyediakan pelatihan kejuruan. Kamp itu dibutuhkan untuk memerangi ekstremisme.

"Sebuah genosida terhadap minoritas Uighur sedang terjadi di China," demikian bunyi mosi Belanda, yang tidak secara langsung mengatakan bahwa pemerintah China bertanggung jawab.

Kedutaan Besar China di Den Haag mengatakan setiap klaim genosida di Xinjiang adalah "kebohongan langsung" dan parlemen Belanda "sengaja mencoreng China dan mencampuri urusan dalam negeri China".

Mosi Belanda yang sifatnya tidak mengikat itu menyatakan bahwa tindakan pemerintah China seperti "tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran" dan "memiliki kamp hukuman" berada di bawah Resolusi PBB 260, yang umumnya dikenal sebagai konvensi genosida. Namun, partai konservatif VVD pimpinan Perdana Menteri Mark Rutte menentang resolusi tersebut.

Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok, mengatakan pemerintah tidak mau menggunakan istilah genosida, karena situasinya belum diumumkan oleh PBB atau pengadilan internasional.

Lihat Video: Beri Sanksi ke China, AS Sebut Kebijakan Pada Muslim Uighur Genosida

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2