Diminta Mundur oleh Militer, PM Armenia Berang

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 17:56 WIB
(FILES) In this file photo taken on October 06, 2020 Armenian Prime Minister Nikol Pashinyan gives an interview to AFP in Yerevan. - Armenian leader Nikol Pashinyan accused the military of an attempted coup and urged supporters to take to the streets on February 25, 2021, after months of tensions over his handling of last years war with Azerbaijan. (Photo by - / AFP)
Nikol Pashinyan (AFP)
Yerevan -

Perdana Menteri (PM) Armenia, Nikol Pashinyan, berang dan mengecam seruan mundur yang dilontarkan petinggi militer, yang disebutnya sebagai 'upaya kudeta militer'. Pashinyan menyerukan pendukungnya untuk turun ke jalanan memprotes hal tersebut.

"Saya menganggap pernyataan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata sebagai upaya kudeta militer. Saya mengundang seluruh pendukung kami ke Alun-alun Republik sekarang," tulis Pashinyan dalam pernyataan via Facebook, merujuk alun-alun di pusat ibu kota Yerevan, seperti dilansir AFP, Kamis (25/2/2021).

Kantor Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata, Onik Gasparyan, sebelumnya merilis pernyataan yang meminta Pashinyan dan kabinetnya untuk mengundurkan diri setelah pemecatan Wakil Kepala Staf, Tigran Khachatryan, pada Rabu (24/2) waktu setempat.

Khachatryan dipecat setelah menertawakan klaim Pashinyan bahwa rudal-rudal Iskander yang disuplai Rusia -- sekutu militer utama Armenia -- telah gagal mencapai target selama perang tahun lalu atas wilayah Nagorno-Karabakh yang menjadi sengketa dengan Azerbaijan.

Pernyataan yang dirilis kantor Gasparyan menyebut pemecatan itu dilakukan 'secara eksklusif atas dasar perasaan dan ambisi pribadi' Pashinyan.

Disebutkan juga oleh pernyataan itu bahwa Pashinyan dan pemerintahannya 'tidak mampu mengambil keputusan yang layak'. Pernyataan itu juga mengecam apa yang disebut sebagai 'serangan pemerintah yang bertujuan mendiskreditkan Angkatan Bersenjata'.

Pashinyan telah memecat Gasparyan usai pernyataannya itu.

Saksikan juga 'Mengenang 29 Tahun Tragedi Pembantaian di Khojaly':

[Gambas:Video 20detik]