Pasukan Azerbaijan Masuki Distrik yang Baru Diserahkan Armenia

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 15:41 WIB
Pasukan Azerbaijan mulai memasuki distrik yang baru diserahkan Armenia (AFP Photo)
Foto: Pasukan Azerbaijan mulai memasuki distrik yang baru diserahkan Armenia (AFP Photo)
Baku -

Pemerintah Azerbaijan mengatakan pasukannya telah memasuki distrik yang berbatasan dengan Nagorno-Karabakh yang diserahkan kembali oleh separatis Armenia. Distrik ini diserahkan setelah hampir 30 tahun menjadi bagian dari kesepakatan damai yang ditengahi Rusia.

Dilansir AFP, Jumat (20/11/2020) pasukan pindah ke distrik Aghdam, satu dari tiga distrik yang akan dikembalikan, kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan, sehari setelah barisan tentara dan tank Armenia diluncurkan dari wilayah itu.

Armenia juga akan menyerahkan distrik Kalbajar yang terjepit antara Nagorno-Karabakh dan Armenia pada 25 November dan distrik Lachin pada 1 Desember.

Pada hari Kamis (19/11), penduduk Armenia di Aghdam dengan tergesa-gesa memetik buah delima dan kesemek dari pohon yang mengelilingi rumah mereka, sebelum melarikan diri sebelum batas waktu resmi untuk menyerahkan provinsi pegunungan itu.

"Kami ingin membangun sauna, dapur. Tapi sekarang saya harus membongkar semuanya. Dan saya akan membakar rumah dengan semua yang saya miliki ketika saya pergi," kata Gagik Grigoryan, seorang pekerja listrik berusia 40 tahun, kepada AFP.

Bentrokan sengit antara pasukan Azerbaijan dan separatis Armenia pecah pada akhir September lalu di wilayah Nagorno-Karabakh. Perang brutal itu berlangsung selama enam minggu, menyebabkan ribuan orang tewas dan membuat lebih banyak orang mengungsi.

Saingan lama bekas Uni Soviet tersebut akhirnya setuju untuk mengakhiri permusuhan minggu lalu di bawah kerangka kesepakatan yang ditengahi Rusia. Moskow mengerahkan penjaga perdamaian ke wilayah tersebut dan mengharuskan Armenia untuk menyerahkan sebagian wilayah.

Separatis di Nagorno-Karabakh dan beberapa distrik sekitarnya merebut wilayah itu dan mengklaim kemerdekaan yang belum diakui secara internasional, bahkan oleh Armenia, setelah perang pasca-Soviet 1990-an yang menewaskan sekitar 30.000 orang.

Selanjutnya
Halaman
1 2