Round Up

Pengawasan Dipertanyakan Saat Pembelot Korut Berenang ke Korsel

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 07:00 WIB
Korea Utara
Bendera Korea Utara (Foto: Getty Images/narvikk)

Militer Korsel mengakui pasukan perbatasannya telah "gagal mematuhi prosedur yang seharusnya" dan berjanji untuk memperkuat keamanan perbatasan.

Dalam sidang parlemen pada hari Selasa (23/2), Menteri Pertahanan Korsel, Suh Wook mengakui bahwa sistem pengawasan di daerah itu "tidak berfungsi dan ketinggalan zaman".

Tercatat hanya segelintir pembelot Korea Utara yang pernah langsung menyeberangi perbatasan atau berenang melewati perbatasan laut - insiden terakhir diketahui terjadi pada November 2020 lalu. Kebanyakan pembelot awalnya akan berkunjung ke China terlebih dahulu, tinggal disana bertahun-tahun sebelum melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan.

Selama beberapa dekade, tercatat sudah lebih dari 30.000 warga Korea Utara telah melarikan diri ke Korea Selatan. Jumlah pembelot anjlok tahun lalu menjadi hanya 229 orang setelah Korea Utara memberlakukan penutupan perbatasan yang ketat untuk melindungi diri dari virus Corona yang pertama kali muncul di negara tetangga dan sekutu utamanya, China.

Halaman

(izt/ita)