International Updates

Nekat! Pembelot Korut Berenang 6 Jam ke Korsel, Turki-Yunani Panas Lagi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 18:00 WIB
A visitor watches the northern side from the Imjingak Pavilion in Paju, South Korea, Thursday, June 18, 2020. Relations between the Koreas have been strained since a second Kim-Trump summit in early 2019 fell apart due to wrangling over the sanctions. (AP Photo/Lee Jin-man)
ilustrasi perbatasan Korut dilihat dari wilayah Korsel (Foto: AP Photo/Lee Jin-man)

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/2/2021), puluhan warga Muslim yang berdemonstrasi membawa jenazah tiruan atau peti mati. Mereka mengecam kebijakan pemerintah Sri Lanka yang melarang penguburan korban Corona, tidak menghiraukan cara pemakaman mereka.

Demonstrasi sengaja dilakukan bertepatan dengan kunjungan Khan, di mana dua minggu lalu dirinya mengaku turut memikirkan penderitaan umat Islam di Sri Lanka.

- Panas Lagi, Turki Tuduh Jet Tempur Yunani 'Ganggu' Kapalnya

Hubungan Turki dan Yunani kembali panas. Turki menuduh jet-jet tempur Yunani "mengganggu" sebuah kapal Turki di Laut Aegea setelah ketegangan antar sekutu NATO itu meningkat akibat masalah maritim.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/2/2021), hubungan Yunani-Turki sudah tegang akibat eksplorasi gas Ankara di Mediterania Timur. Meski begitu, kedua negara sempat mengadakan pembicaraan langsung bulan lalu untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun.

Pekan lalu, Turki mengirim kapal penelitian Cesme ke perairan internasional, yang berada dekat dengan beberapa pulau Yunani. Sikap itu mendorong Yunani mengajukan protes diplomatik.

- Kisah Pembelot Korut Nekat Berenang Selama 6 Jam Menuju Korsel

Seorang pembelot Korea Utara (Korut) nekat berenang melewati salah satu perbatasan negara itu menuju Korea Selatan. Dengan mengenakan pakaian selam dan sirip tiruan, ia berenang selama enam jam.

Pria itu, dilaporkan berusia 20-an tahun, mendarat di utara kota Goseong di pantai timur. Seperti dilansir AFP, Rabu (24/2/2021) menurut salah seorang pejabat Korsel, pembelot itu ditangkap saat tertidur.

"Dia mungkin telah berenang selama sekitar enam jam, mengenakan jaket empuk di dalam pakaian selam dan sirip. Pakaiannya tampaknya membuat tubuhnya tetap hangat dan memungkinkan dia untuk tetap bertahan," kata seorang pejabat Kepala Staf Gabungan Korsel, dikutip dari kantor berita Korsel, Yonhap.

"Arus pasang menguntungkan dia," kata pejabat tersebut.

Halaman

(ita/ita)