Rusuh di Penjara Ekuador, 62 Narapidana Tewas

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 10:02 WIB

Otoritas penjara mengatakan terjadi 'pertempuran sengit' antara geng-geng terorganisir yang bernama Los Pipos, Los Lobos, dan Tigrones. Mereka mengandalkan perdagangan narkoba dan menjalankan usaha kriminal mereka dari dalam penjara.

Moncayo mengatakan bahwa penjaga tahanan menyita dua senjata api yang akan digunakan untuk membunuh pemimpin kelompok yang dipenjara di Guayaquil.

"Di dalam seperti pasar. Semuanya ada: narkoba, senjata, bahkan anak anjing. Semuanya dijual," kata istri seorang tahanan, Soria.

Untuk mengurangi jumlah narapidana di tengah pandemi Corona, pemerintah negara Amerika Selatan itu meringankan hukuman bagi terdakwa dengan pelanggaran ringan. Hasilnya kepadatan penjara berkurang dari 42 persen menjadi 30 persen. Jumlah itu masih jauh dari kapasitas sistem penjara Ekuador, yang seharusnya 29.000 narapidana di 60 fasilitas menjadi 38.000 narapidana. Penjaga penjara hanya ada 1.500 orang.

SNAI mengatakan kekurangan personel "menghalangi respons langsung" terhadap pemberontakan tahanan.

Menurut polisi, pada tahun lalu kerusuhan antar narapidana juga terjadi dan menewaskan 51 orang. Moreno menetapkan keadaan darurat selama 90 hari untuk mencoba mengendalikan aktivitas geng dan mengurangi kekerasan.

Namun pada bulan Desember 2020, kerusuhan di penjara kembali terjadi dan menyebabkan 11 tahanan tewas dan tujuh lainnya cedera.

Halaman

(izt/ita)