Round Up

Al-Qaeda Dibawa-bawa saat Arab Saudi Digugat soal Insiden di Florida

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 21:37 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Florida -

Nama Al-Qaeda dibawa-bawa oleh keluarga korban insiden Florida dalam gugatan pengadilan. Mereka menggugat Arab Saudi ke pengadilan dan mengklaim pemerintahnya mengetahui radikalisasi dan keterkaitan pelaku penembakan dengan Al-Qaeda.

Seperti dilansir AFP, Senin (23/2/2021), pada 6 Desember 2019, serangan penembakan di fasilitas pelatihan untuk militer asing di Pangkalan Udara Angkatan Laut Pensacola di Florida, Amerika Serikat, menewaskan tiga tentara AS dan melukai 13 orang lainnya.

Pelaku merupakan seorang personel Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi bernama Mohammed Alshamrani yang menjadi siswa penerbangan di fasilitas tersebut. Alshamrani tewas usai melakukan penembakan yang mengguncangkan publik AS pada saat itu.

Otoritas kehakiman AS menyebut pelaku merencanakan serangan itu selama bertahun-tahun, menunjukkan ideologi jihadis dan menghubungi anggota Al-Qaeda via telepon selular terenkripsi. Menurut Biro Penyelidikan Federal (FBI), Alshamrani bahkan berkomunikasi dengan Al-Qaeda pada malam hari sebelum dia beraksi.

Dalam gugatan hukum yang diajukan ke pengadilan federal di Pensacola ini, keluarga korban tewas dan korban luka menuduh bahwa kolega Alshamrani dan pemerintah Saudi mengetahui pandangan jihadis dan anti-Amerika yang dipegangnya.

Disebutkan gugatan itu, bahwa pandangan tersebut 'secara publik dikaitkan dengan akun Twitter yang mencantumkan namanya' bahkan sebelum dia bergabung dengan Angkatan Udara Saudi. Akun media sosial Alshamrani juga disebut di-follow dan dikomentari oleh pejabat pemerintah Saudi dan kolega Angkatan Udara Saudi.

"Sepanjang pengabdian Alshamrani dengan Angkatan Udara Kerajaan Saudi, Alshamrani secara rutin memposting ideologi fundamental radikal pada akun media sosialnya, termasuk ideologi anti-Amerika dan anti-Yahudi, dan mendorong orang lain untuk memposting sentimen Islam radikal," demikian penggalan argumen dalam dokumen gugatan itu.

Simak berita selengkapnya

Saksikan juga 'Baku Tembak di Florida Tewaskan 2 Agen FBI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2