Round Up

Karpet Merah China untuk PBB Demi Tepis Tudingan Genosida

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 19:34 WIB
Kunjungan Menlu Tiongkok

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi bersama Menlu China, Wang Yi memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (3/11/2014). Pertemuan ini membahas tentang 65 tahun hubungan Indonesia Tiongkok, Investasi dan KTT APEC. Agung Pambudhy/Detikcom.
Menlu China Wang Yi (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

Para aktivis dan pakar HAM PBB menyebut setidaknya 1 juta warga muslim Uighur ditahan di kamp-kamp Xinjiang. China menyangkal pelanggaran itu dan mengatakan kamp-kampnya memberikan pelatihan kejuruan dan diperlukan untuk melawan ekstremisme.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, telah mendukung keputusan terakhir mantan Presiden Donald Trump bahwa China telah melakukan genosida di Xinjiang dan mengatakan AS harus bersiap untuk menjatuhkan hukuman pada China.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengecam penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi yang disebutnya terjadi terhadap warga Uighur dalam "skala besar" di Xinjiang.

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, mengatakan bahwa penahanan sewenang-wenang terhadap etnis minoritas seperti Uighur di Xinjiang atau tindakan keras China terhadap kebebasan sipil di Hong Kong membutuhkan perhatian.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan pihaknya mengharapkan transparansi dari China tentang masalah ini dan menyerukan untuk melindungi hak-hak warga Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang.

Halaman

(izt/nvc)