Round Up

Makin Tegang di Wilayah Sengketa saat Pangkalan Militer Dibangun China

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 05:09 WIB
A satellite image of Mischief Reef taken on November 15. AMTI says two of the four structures have been completed, with covers already placed over the systems installed there. (CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe)
Ilustrasi (Foto: CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe)

"Penambahan radar baru tampaknya mengindikasikan mereka benar-benar memperluas kemampuan pulau buatan ini. Dan fakta bahwa mereka melanjutkannya meski semuanya yang terjadi di seluruh dunia, itu benar-benar menunjukkan niat China untuk sepenuhnya mengembangkan pulau buatan ini menjadi pangkalan militer besar-besaran," ucap Batongbacal dalam pernyataannya.

Ini bukan pertama kalinya Mischief Reef menjadi pusat ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. Tahun 2016, putusan Pengadilan Permanen Arbitrase di Den Haag menyatakan Mischief Reef berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif wilayah Filipina.

Hubungan antara China dan Filipina terus bergejolak. Pada Januari 2021, China meloloskan Undang-undang (UU) Penjaga Pantai yang mengizinkan Angkatan Laut dan Penjaga Pantai untuk melakukan semua langkah yang dibutuhkan untuk mempertahankan kedaulatan di perairan yang disengketakan. Salah satu langkah merujuk pada wewenang melepas tembakan ke arah kapal asing yang dianggap melanggar kedaulatan China.

Berbicara kepada media setempat, Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin Jr, menegaskan jika ada insiden yang terjadi di wilayah kedaulatannya, maka Filipina akan membalas. "Jika ada insiden, saya bisa memastikan kepada Anda bahwa akan ada lebih dari sekadar protes," tegasnya.

Halaman

(izt/ita)