AS Mulai Komunikasi dengan Iran Soal Penahanan Warganya

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 09:52 WIB
FILE - In this Saturday, Sept. 19, 2020, file photo, an American flag flies at half-staff over the White House in Washington. A woman suspected of sending an envelope containing the poison ricin, which was addressed to White House, has been arrested at the New York-Canada border. (AP Photo/Patrick Semansky, File)
Ilustrasi (Foto: AP Photo/Patrick Semansky, File)
Washington DC -

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan Amerika Serikat mulai berkomunikasi dengan Iran terkait penahanan sejumlah warga negara AS di negara itu. Sullivan menyebut masalah itu sebagai "kekejaman yang serius".

Seperti dilansir Reuters, Senin (22/2/2021) Iran telah menangkap belasan orang berkewarganegaraan ganda, termasuk beberapa orang Amerika, dalam beberapa tahun terakhir. Mereka dituduh atas spionase terhadap Iran.

Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) menuduh Iran mencoba menggunakan penahanan untuk memenangkan konsesi dari negara lain. Tuduhan itu pun ditolak mentah-mentah oleh Iran.

Dalam siaran dengan CBS News 'Face the Nation', Sullivan mengatakan bahwa sikap AS adalah "prioritas signifikan" dari pemerintahan Presiden Joe Biden untuk membuat warganya "pulang dengan selamat."

"Kami telah mulai berkomunikasi dengan Iran tentang masalah ini," kata Sullivan ketika ditanya apakah pemerintah AS telah memulai negosiasi soal penahanan dengan Iran.

"Kami tidak akan menerima proposisi jangka panjang yang akan membuat mereka terus menahan warga Amerika dengan cara yang tidak adil dan melanggar hukum," katanya, seraya menyebutnya sebagai "bencana kemanusiaan".

Sullivan menambahkan bahwa Biden bertekad untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir dan akan menggunakan diplomasi sebagai cara terbaik menangani sikap Iran.

Menanggapi pernyataan Sullivan, sebuah situs berita Iran yang berafiliasi dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran angkat bicara. Disebutkan bahwa setiap komunikasi antara Teheran dan Washington terkait penahanan warga AS telah dilakukan melalui kedutaan Swiss, yang menangani kepentingan AS.

Simak juga video 'Reaksi Iran terhadap Kebijakan Joe Biden':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2