Dianggap Pro-Antikudeta, Aktor Beken di Myanmar Ditangkap!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 09:39 WIB
Demonstrators display three-fingered salute, a symbol of resistance at an intersection in Yangon, Myanmar Wednesday, Feb. 10, 2021. Protesters continued to gather Wednesday morning in Yangon breaching Myanmars new military rulers decrees that effectively banned peaceful public protests in the countrys two biggest cities. (AP Photo)
Potret Demo Myanmar yang Mulai Rusuh (Foto: AP Photo)

Sebuah kelompok aktivis, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan pada hari Sabtu (20/2) ada 569 orang yang telah ditangkap, didakwa atau dijatuhi hukuman sehubungan dengan kudeta tersebut.

Dalam insiden lainnya di Yangon pada Sabtu malam (20/2), seorang penjaga malam ditembak dan dibunuh. Layanan Radio Free Asia Burma mengatakan polisi telah menembaknya tetapi tidak mengetahui alasannya.

Masyarakat telah memasang lebih banyak penjagaan karena merasa takut akan diserang oleh pasukan keamanan.

Sejak protes nasional dimulai dua minggu lalu, pihak berwenang di beberapa kota telah mengerahkan gas air mata, meriam air, dan peluru karet terhadap para demonstran. Namun, dilaporkan bahwa sejumlah insiden melibatkan tembakan peluru tajam.

"Dua orang ditembak dan dibunuh dan 20 lainnya luka-luka," kata pemimpin layanan darurat relawan Parahita Darhi, Ko Aung.

Seorang pengunjuk rasa antikudeta yang ditembak di kepala selama demonstrasi 9 Februari lalu di Naypyidaw, meninggal pada hari Jumat (19/2). Dokter yang merawatnya telah mengkonfirmasi kepada AFP bahwa luka tembaknya berasal dari peluru tajam.

Lebih lanjut, militer mengatakan seorang polisi tewas karena luka-luka akibat aksi demonstrasi.

Halaman

(izt/gbr)