Israel-Suriah Tukaran Tahanan, 1 Wanita Ditukar dengan 2 Penggembala

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 14:52 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu announces full diplomatic ties will be established with the United Arab Emirates, during a news conference on Thursday, Aug. 13, 2020 in Jerusalem.  In a nationally broadcast statement, Netanyahu said the “full and official peace” with the UAE would lead to cooperation in many spheres between the countries and a “wonderful future” for citizens of both countries. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
PM Netanyahu (Foto: Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Yerusalem -

Pemerintah Israel dan Suriah menyetujui pertukaran tahanan dengan dimediasi Rusia pada Kamis (18/2) waktu setempat. Dalam kesepakatan itu, dua penggembala berkewarganegaraan Suriah akan ditukar dengan seorang wanita asal Israel.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/2/2021), militer Israel mengatakan dua penggembala itu ditangkap beberapa minggu lalu, setelah mereka melintasi perbatasan di wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

"Tentara mengembalikan dua penggembala ke (Komite Internasional) perwakilan Palang Merah melalui perlintasan Quneitra, sesuai dengan arahan pemerintah Israel," katanya dalam sebuah pernyataan.

Militer Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang identitas para tahanan tersebut. Namun kantor berita Suriah, SANA mengkonfirmasi bahwa kedua tahanan Suriah tersebut masing-masing adalah Mohamed Hussein dan Tarek al-Obeidan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengkonfirmasi bahwa pertukaran tahanan itu dimediasi oleh Rusia, yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Suriah dan menempatkan pasukan militernya di negara itu.

Netanyahu berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin setelah kesepakatan itu. Netanyahu mengatakan dirinya telah meminta "temannya" untuk membantu "dan dia bertindak."

Netanyahu mengatakan wanita muda Israel - yang tersesat di perbatasan - sedang dalam perjalanan pulang, dan Israel telah membebaskan kedua gembala Suriah tersebut sebagai isyarat niat baik.

Sebagai bagian dari perjanjian, seorang aktivis Suriah bernama Nihal al-Mokt yang saat ini melayani masyarakat akan dipersingkat hukumannya menjadi tiga bulan.

Simak video 'Serangan Israel ke Suriah Tewaskan 6 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2