Round Up

Kala Biden Pilih Kontak Raja Salman daripada Putra Mahkota

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 20:40 WIB
A handout picture provided by the Saudi Royal Palace shows Saudi Arabias King Salman attending the the first joint European Union and Arab League summit in the Egyptian Red Sea resort of Sharm el-Sheikh, on February 24, 2019. (Photo by BANDAR AL-JALOUD / various sources / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT
Raja Salman (Foto: Istimewa)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memilih akan menghubungi Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, dalam panggilan telepon pertamanya dengan Saudi, bukan ke Putra Mahkota.

Seperti dilansir AFP, Rabu (17/2/2021), meski Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), merupakan pemimpin de-facto Saudi saat ini, Gedung Putih menegaskan bahwa kontak pertama Biden sebagai Presiden AS tidak akan dilakukan dengan MBS.

Penegasan itu disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki. Seperti diketahui MBS memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemerintahan AS sebelumnya di bawah mantan Presiden Donald Trump.

"Kami telah menjelaskan sejak awal bahwa kami akan mengkalibrasi ulang hubungan kita dengan Arab Saudi," cetus Psaki.

"Bagian dari itu kembali ke keterlibatan mitra-ke-mitra," imbuhnya.

"Mitra Presiden adalah Raja Salman," tegas Psaki dalam pernyataannya.

Biden menggunakan diplomasi telepon untuk menggarisbawahi pemisahan dengan kebijakan Timur Tengah era Trump.

Meskipun Biden telah menjalin kontak dengan sekutu-sekutu AS di berbagai belahan dunia, dia dengan tegas membuat pemimpin Israel dan Saudi menunggu telepon pertamanya.

Simak video 'Reaksi Santai Netanyahu Belum Dihubungi Biden: Dia Akan Menelepon':

[Gambas:Video 20detik]