Gagal Urus Ekonomi Saat Pandemi, PM Thailand Hadapi Mosi Tak Percaya

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 13:45 WIB
This frame grab from Thai TV Pool video footage taken on October 21, 2020 shows Thailands Prime Minister Prayut Chan-O-Cha speaking in Bangkok. - Thailands premier on October 22 revoked an emergency decree that had been intended to quell pro-democracy rallies despite it failing to stamp out daily protests demanding he resign and for reforms of the unassailable monarchy. (Photo by - / Thai TV Pool / AFP)
Prayuth Chan-O-Cha (dok. Thai TV Pool/AFP)
Bangkok -

Perdana Menteri (PM) Thailand, Prayuth Chan-O-Cha, tengah menghadapi mosi tidak percaya yang diajukan oposisi terkait caranya mengurusi perekonomian yang terdampak pandemi virus Corona (COVID-19). Keputusan akhir terhadap pemerintahan Prayuth akan diputuskan parlemen pada akhir pekan mendatang.

Seperti dilansir AFP, Rabu (17/2/2021), mosi tidak percaya untuk Prayuth diajukan di tengah seruan baru untuk unjuk rasa menuntut pengunduran diri sang PM dan reformasi Kerajaan Thailand.

Para anggota parlemen Thailand dari kelompok oposisi melontarkan kritikan tajam untuk pemerintahan Prayuth dalam hari pertama perdebatan mosi tidak percaya pada Selasa (16/2) waktu setempat. Salah satu pemimpin oposisi menuduh pemerintahan Prayuth telah menghancurkan masa depan Thailand.

"Pemerintahannya hanya bisa menjadi pemerintahan parasit yang menghancurkan masa depan negara dan impian rakyat," tuduh Sompong Amornvivat yang merupakan pemimpin partai oposisi, Pheu Thai, di hadapan parlemen Thailand dalam debat yang disiarkan televisi lokal secara nasional.

Perdebatan mosi tidak percaya ini digelar setelah pemerintah mengumumkan bahwa perekonomian Thailand mengalami kinerja terburuk setahun penuh -- juga tercatat sebagai yang terburuk dalam dua dekade terakhir -- dengan mencatat penyusutan sebesar 6,1 persen sepanjang tahun 2020.

Thailand sebagian besar terhindari dari situasi terburuk pandemi Corona, namun lockdown yang diterapkan di negara itu berdampak besar pada perekonomian yang sangat bergantung pada ekspor dan pariwisata. Negara itu telah berjuang sebelum pandemi, dengan biaya hidup dan utang rumah tangga melonjak yang semakin memperbesar kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin di Thailand.

"Anda beruntung karena COVID bisa menjadi alasan Anda, dan setiap negara menghadapi situasi yang sama," cetus anggota parlemen oposisi lainnya, Suthin Klangsaeng, dari Partai Pheu Thai.

Lihat Video: Demo di Thailand Meluas, PM Prayuth Melunak

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2