Gunung Etna di Italia Erupsi, Bandara Catania Ditutup Sementara

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 06:58 WIB
CATANIA, ITALY - DECEMBER 01: Night view of the Strombolian activity of the summit craters of the volcano Etna, photographed from an altitude of 2900 metres, with explosions and lapilli throwing visible on December 01, 2020 in Catania, Italy. Etna in activity again: two active mouths with vapour emissions, ash and frequent Strombolian explosions throwing incandescent material from the cone of the South-East Crater. (Photo by Fabrizio Villa/Getty Images)
Ilustrasi Gunung Etna erupsi (Foto: Getty Images/Fabrizio Villa)
Roma - Gunung Etna, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia kembali erupsi dengan mengeluarkan asap dan abu kemarin, waktu setempat. Namun, otoritas setempat memastikan erupsi itu tidak membahayakan desa sekitar.

"Kami melihat yang lebih buruk," ujar Kepala INGV National Institute for Geophysics and Vulcanology di kota dekat Catania, Stefano Branco, kepada kantor berita Italia AGI dilansir AFP, Rabu (17/2/2021).

Diperkirakan, letusan dari kawah tenggara Gunung Etna dimulai pada Selasa sore. Branco bersikeras bahwa aktivitas erupsi terbaru sama sekali tidak mengkhawatirkan.

Namun demikian, dengan batu-batu kecil dan hujan abu akibat erupsi itu, pihak berwenang memutuskan menutup Bandara Internasional Catania.

Sementara itu, melalui Twitter, otoritas darurat mengatakan bahwa mereka memantau situasi dengan cermat di tiga desa di kaki gunung berapi. Tiga desa itu yakni Linguaglossa, Fornazzo, dan Milo.

Gunung berapi yang memiliki ketinggian 3.324 meter itu merupakan gunung berapi paling aktif di Eropa. Gunung itu kerap meletus dalam 500.000 tahun terakhir.

Lihat juga video 'Dampak Erupsi Gunung Raung, Bandara Banyuwangi Ditutup Sementara':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/ibh)