Badai Salju Langka Melanda Yunani, 3 Orang Tewas

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 03:38 WIB
Seorang wanita menarik anaknya di atas kereta luncur di Zaandam,  Amsterdam, Belanda, Minggu (7/2/2021).

Belanda tengah dilanda badai salju yang diketahui menjadi badai besar pertama dalam satu dekade.
Ilustrasi badai salju (Foto: AP Photo/Peter Dejong)
Jakarta -

Tiga orang tewas akibat badai salju lebat dan angin kencang melanda Yunani. Badai salju lebat yang tidak pernah terjadi lagi lebih dari satu dekade itu mengganggu transportasi darat dan laut serta menghentikan vaksinasi COVID di Athena.

Dilansir AFP, Rabu (17/2/2021), monumen kuno yang diselimuti salju seperti Akropolis dan perenggan dingin, yang dijuluki 'Medea' diambil dari nama penyihir Yunani mitos Argonauts, menyebabkan suhu turun. Suhu paling rendah di kota barat laut Florina mencapai minus 19 derajat celcius.

"Terakhir kali kami melihat begitu banyak salju di pusat Athena adalah pada Februari 2008," kata ahli meteorologi Costas Lagouvardos kepada AFP.

Di pulau Evia dekat Athena, dua pria lanjut usia yang menderita masalah pernapasan meninggal dunia. Dilaporkan TV negara ERT, korban meninggal dunia setelah alat bantu pernapasan tak berfungsi karena listrik padam.

Sementara di Kreta, seorang peternak berusia sekitar 60 tahun ditemukan tewas di salju di desa Kaminaki. Fenomena langka tersebut membuat pihak berwenang membatalkan semua vaksinasi virus Corona yang direncanakan dilakukan di ibu kota pada hari itu.

Pulau terbesar kedua di Yunani Evia mengalami listrik padam selama dua hari. Sejumlah pohon tumbang juga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa bagian wilayah Athena meluas.

Seorang pejabat mengatakan sejumlah wilayah di ibu kota telah terdampak.

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis setelah rapat kabinet darurat mengatakan memberikan perhatian khusus terhadap jaringan listrik. Ia menyebut perlu kesabaran untuk menghadapi masalah tersebut.

"Kami membutuhkan kesabaran untuk menyelesaikan masalah yang benar-benar luar biasa ini," ujarnya.

Kondisi cuaca buruk ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kondisi ribuan orang yang tinggal di kamp-kamp migran di seluruh Yunani. Selama beberapa hari terakhir, badan pengungsi PBB UNHCR telah mengirim radiator ke kamp-kamp di seluruh Yunani, yang di mana puluhan ribu pencari suaka telah berjuang melawan cuaca dingin dan hujan es.

Tonton video 'Jarang Terjadi! Hujan Salju Lebat Mengguyur Athena':

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/ibh)