Round-Up

Sindiran Biden soal Demokrasi saat Trump Lolos Pemakzulan Lagi

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 06:59 WIB
US President Joe Biden speaks about the situation in Myanmar in the South Court Auditorium of the Eisenhower Executive Office Building in Washington, DC, on February 10, 2021. - Biden said Wednesday that the United States was taking actions against Myanmars military including freezing their access to US-based assets as he urged generals to relinquish power. (Photo by SAUL LOEB / AFP)
Presiden AS Joe Biden (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Washington DC -

Untuk kedua kalinya seorang Donald Trump selamat dari pemakzulan. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pun melempar sindiran.

Trump sebelumnya lolos dari pemakzulan usai senat Amerika Serikat memutuskan untuk membebaskannya atas tuduhan penghasutan dan pemberontakan terkait kerusuhan di Capitol AS. Sebanyak 57 senat sepakat memakzulkan Trump sedangkan 43 lainnya menolak.

Seperti dilansir AFP, Minggu (14/2/2021), sidang pemakzulan Trump selesai setelah berlangsung selama 5 hari. Trump lolos sebab dibutuhkan 2/3 atau 67 senat yang setuju akan pemakzulan.

Hal ini menjadi catatan sejarah sebab Trump menjadi Presiden AS pertama yang dimakzulkan DPR AS untuk kedua kalinya dan lolos. Sedari awal Trump mengaku tidak khawatir dengan Amandemen ke-25 yang memungkinkan kabinetnya mencopotnya dari jabatan.

Bahkan dia tak khawatir ketika DPR AS yang dipimpin Partai Demokrat mengupayakan resolusi untuk mendesak Wakil Presiden Mike Pence menerapkan Amandemen ke-25 tersebut.

"Amandemen ke-25 tidak berisiko bagi saya," kata Trump seperti dilansir Reuters, Rabu (13/1/2021).

Hal itu disampaikan saat dia berbicara di depan bagian tembok perbatasan Meksiko di Texas, simbol kebijakan imigrasi ketat yang dia lakukan selama empat tahun jabatannya. Trump mengatakan penggunaan Amandemen ke-25 dengan cara ini "akan kembali menghantui Joe Biden dan pemerintahan Biden. Seperti ada disebut, "berhati-hatilah dengan apa yang Anda inginkan".

Simak juga video 'Biden Kaji Penutupan Penjara Kontroversial Guantanamo':

[Gambas:Video 20detik]



Lantas apa kata Biden yang telah menggantikan Trump sebagai Presiden AS?

Selanjutnya
Halaman
1 2