Komentar Perdana Biden soal Trump Lolos Pemakzulan: Demokrasi Rapuh

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 14:52 WIB
President Joe Biden speaks at the Pentagon, February 10, 2021, in Washington, DC. - Harris and Biden are visiting the Pentagon for the first time since taking office. (Photo by Alex Brandon / POOL / AFP)
Presiden AS Joe Biden (Foto: AFP/ALEX BRANDON)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan tanggapannya terkait bebasnya Trump dari pemakzulan pada Sabtu (13/2). Ia menyebut pembebasan itu adalah pengingat bahwa demokrasi itu rapuh, dan setiap orang Amerika memiliki kewajiban untuk membela kebenaran.

"Ini adalah babak menyedihkan dalam sejarah kita, mengingatkan bahwa demokrasi itu rapuh," kata Biden beberapa jam setelah Senat gagal mengumpulkan dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk menghukum Trump.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (14/2/2021) Biden mencatat bahwa 57 senator - termasuk tujuh dari partai Republik - memilih untuk menyatakan Trump bersalah dalam sidang. Namun juga tersebut tidak mencukupi untuk menjatuhkan hukuman bagi Trump.

"Meskipun pemungutan suara akhir tidak menghasilkan vonis, substansi dakwaan tidak dalam sengketa. Bahkan mereka yang menentang hukuman, seperti Pemimpin Minoritas Senat (Mitch) McConnell, percaya Donald Trump bersalah atas 'kelalaian yang memalukan' dan 'bertanggung jawab secara praktis dan moral untuk memprovokasi' kekerasan yang terjadi di Capitol, "kata Biden.

Dia mengatakan sedang memikirkan para korban akibat pengepungan Capitol 6 Januari lalu, seperti petugas Polisi Capitol Brian Sicknick yang meninggal, petugas yang dengan berani berjaga, dan mereka yang kehilangan nyawa.

Dia memuji keberanian mereka yang melakukan upaya untuk melindungi integritas demokrasi AS, termasuk Demokrat dan Republik, pejabat dan hakim pemilu, perwakilan terpilih, dan petugas pemungutan suara.

"Babak menyedihkan dalam sejarah kita ini mengingatkan kita bahwa demokrasi itu rapuh. Bahwa itu harus selalu dipertahankan. Bahwa kita harus selalu waspada. Kekerasan dan ekstremisme tidak memiliki tempat di Amerika. Dan bahwa kita masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai orang Amerika, dan terutama sebagai pemimpin, untuk membela kebenaran dan mengalahkan kebohongan, "ujarnya.

Presiden dari partai Demokrat itu mengatakan tugasnya adalah mengakhiri "perang tidak beradab dan menyembuhkan jiwa bangsa kita".

Saksikan juga 'Donald Trump Selamat dari Pemakzulan':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/dhn)