Round-Up

Putusan Sudah Tertebak Kala Sidang Pemakzulan Trump Dekati Akhir

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 20:30 WIB
Outgoing US President Donald Trump waves as he boards Marine One at the White House in Washington, DC, on January 20, 2021. - President Trump travels his Mar-a-Lago golf club residence in Palm Beach, Florida, and will not attend the inauguration for President-elect Joe Biden. (Photo by MANDEL NGAN / AFP) (Photo by MANDEL NGAN/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/MANDEL NGAN
Washington D.C -

Sidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump mendekati akhir pekan ini. Namun, putusan sidang sudah bisa tertebak.

Tim pengacara Trump berargumen sang mantan presiden tidak bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan pendukungnya terhadap Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (13/2/2021), tim pengacara Trump menyampaikan argumen pokok hanya selama tiga jam pada Jumat (12/2) waktu setempat, yang menuduh Partai Demokrat melakukan persekusi pada Trump. Salah satu pengacara Trump, Michael van der Veen, menyebut pemakzulan ini inkonstitusional dan merupakan 'tindakan balas dendam politik'.

"Senat harus dengan segera dan secara tegas memvoting untuk menolaknya," tegasnya.

Pengacara Trump lainnya, Bruce Castor, berargumen bahwa pidato Trump pada 6 Januari, saat dia memberitahu pendukungnya untuk 'fight', hanyalah bersifat retorik. Disebutkan pengacara Trump bahwa tujuan sebenarnya dari Partai Demokrat dalam pemakzulan ini adalah untuk mengeluarkannya dari panggung politik.

"Mari kita perjelas: sidang ini lebih dari sekadar Presiden Trump," cetus Castor. "Ini soal membatalkan 75 juta pemilih Trump, dan mengkriminalisasi sudut pandang politik. Itulah inti persidangan ini sebenarnya," tegasnya.

Berupaya menyerang penggunaan video rusuh 6 Januari yang menjadi fokus argumen manajer pemakzulan dari Partai Demokrat, pengacara Trump menayangkan kompilasi video yang menunjukkan para anggota parlemen Partai Demokrat pada waktu berbeda-beda mengucapkan kata 'fight'. Para Senator Demokrat bersama Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris muncul dalam video itu saat sedang mengucapkan kata 'fight' dalam pidato lama mereka.

"Tolong, hentikan kemunafikan ini," ucap pengacara Trump lainnya, David Schoen.

Rekaman video yang ditayangkan manajer pemakzulan dari Partai Demokrat sebelumnya menampilkan kerumunan perusuh Gedung Capitol dan momen saat mereka memburu pengkritik Trump di Kongres AS. Schoen mengejek video itu sebagai 'paket hiburan' dan menegaskan Trump tidak bisa dimintai pertanggungjawaban atas tindakan para demonstran.

Argumen pengacara Trump itu disampaikan usai manajer pemakzulan dari Partai Demokrat -- yang bertindak sebagai jaksa dalam sidang ini -- membeberkan bukti-bukti yang menunjukkan Trump bertanggung jawab karena telah menghasut para pendukungnya untuk menyerang Gedung Capitol.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3