AS Bekukan Akses Aset Jenderal Myanmar, Biden: Militer Harus Lepas Kekuasaan!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 04:02 WIB
US President Joe Biden speaks about the situation in Myanmar in the South Court Auditorium of the Eisenhower Executive Office Building in Washington, DC, on February 10, 2021. - Biden said Wednesday that the United States was taking actions against Myanmars military including freezing their access to US-based assets as he urged generals to relinquish power. (Photo by SAUL LOEB / AFP)
Joe Biden (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan AS mengambil tindakan tegas terhadap militer Myanmar yang melakukan kudeta. Joe Biden memberikan sanksi kepada militer Myanmar termasuk membekukan aset yang berbasis di AS.

"Hari ini saya kembali menyerukan kepada militer Burma (Myanmar) untuk segera membebaskan para pemimpin politik demokratis dan aktivis yang mereka tangkap termasuk Aung San Suu Kyi dan juga Presiden Win Myint," kata Biden dilansir AFP, Kamis (10/2/2021).

"Militer harus melepaskan kekuasaan," imbuhnya.

Biden mengatakan bahwa pemerintah AS akan memutus akses para jenderal terdapat aset sebesar USD 1 M yang ada di Amerika Serikat dan akan segera menyampaikan sanksi baru.

"Saya telah menyetujui perintah eksekutif terbaru yang memungkinkan kami untuk segera memberikan sanksi kepada para pemimpin militer yang melakukan kudeta, kepentingan bisnis mereka serta keluarga mereka," kata Biden.

Biden menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menahan bantuan yang ditujukan kepada masyarakat sipil atau kelompok kemanusiaan. Sanksi AS melarang bantuan kepada pemerintah yang mengambil alih kekuasaan melalui kudeta, meskipun hampir semua bantuan pendanaan AS ke Myanmar disalurkan kepada lembaga non-pemerintah.

Para Jenderal tertinggi termasuk panglima militer yang memimpin kudeta, Ming Aung Hlaing sudah dikenakan sanksi larangan perjalanan dan keuangan ke AS.

Tonton video 'AS Kecam Aksi Represif Militer Tangani Demo Myanmar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2