Tsunami Kecil Terjadi Usai Gempa M 7,7 di Pasifik Selatan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 03:38 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Gempa bumi magnitudo (M) 7,7 terjadi di Pasifik Selatan. Gempa menimbulkan tsunami kecil yang tidak menyebabkan kerusakan di beberapa negara sekitar.

Dilansir AFP, Kamis (11/2/2021) gelombang setinggi 0,3 meter melanda Fiji. Hal itu diungkapkan oleh Departemen Seismologi negara kepulauan itu melalui twitter.

Dengan terjadinya gelombang tsunami kecil itu, Departemen Seismologi Fiji resmi mengakhiri peringatan dini tsunami.

"Observatorium seismologi atas penilaiannya sekarang memverifikasi dan mengkonfirmasi mengakhiri peringatan itu dan semua informasi yang jelas dikeluarkan untuk seluruh Fiji," katanya.

Biro Meteorologi Australia mengonfirmasi dalam tweet bahwa tsunami telah terjadi. Biro tersebut memperingatkan tentang ancaman terhadap Pulau Lord Howe, yang berjarak sekitar 550 kilometer (340 mil) timur daratan Australia, tetapi mengatakan tidak perlu ada evakuasi.

Warga di ibu kota Vanuatu, Port Vila, mengatakan mereka merasakan gempa tersebut tetapi tidak ada kerusakan akibat gempa itu.

Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru memperingatkan "Gelombang kuat dan tidak biasa" di daerah pesisir utara tetapi mengatakan tidak ada risiko tsunami.

"Tidak ada ancaman terhadap daratan jadi kami belum mengeluarkan peringatan tsunami," kata pelaksana tugas direktur badan bencana Roger Ball kepada Radio New Zealand.

Dia menyarankan mereka yang berada di daerah yang terkena dampak untuk "menjauh dari air dan menjauh dari pantai" tetapi mengatakan bahaya yang ditimbulkan tidak cukup untuk menjamin peringatan nasional.

"Membangunkan semua orang pada pukul 4.00 atau 5.00 pagi dengan peringatan ponsel darurat yang kami rasa bukan respons yang proporsional," katanya.

Tidak ada laporan awal mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat tsunami atau gempa, yang awalnya dicatat oleh USGS pada magnitudo 7,5 sebelum direvisi menjadi 7,7.

(lir/lir)