Gempa M 7,7 Terjadi di Pasifik Selatan, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 23:32 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Foto: Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Jakarta -

Gempa magnitudo (M) 7,7 terjadi di Pasifik Selatan. Survei Geologi Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Selandia Baru, Keledonia Baru, Vanuatu dan negara-negara lainnya di wilayah tersebut.

Dilansir AFP, Rabu (10/2/2021) gempa terjadi setelah tengah malam pada Kamis waktu setempat (13.20 GMT Rabu). Gempa terjadi sekitar 415 kilometer timur Vao di Keledonia Baru pada kedalaman 10 Kilometer.

"Gelombang tsunami berbahaya dari gempa ini mungkin terjadi dalam 3 jam ke depan." kata Pusat Peringatan Tsunami Pasifik NWS.

Disebutkan, akibat gempa ini diperkirakan akan terjadi gelombang di beberapa pantai Fiji, Selandia Baru dan Vanuatu sekitar 0,3 dan satu meter di atas permukaan air pasang.

Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru mengeluarkan pernyataan agar warga di sekitar pantai untuk menjauh dari tepi laut.

"Kami memperkirakan daerah pesisir Selandia Baru akan mengalami arus kuat dan tidak biasa serta gelombang tak terduga di pantai setelah gempa berkekuatan 7,7," kata badan bencana negara itu.

"Orang-orang di dalam atau di dekat laur dia area berikut harus keluar dari air, keluar dari pantai dan area pantai serta menjauh dari pelabuhan, sungai dan muara," katanya.

Pernyataan dari Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru itu juga disertai dengan peta yang menunjukkan area yang berpotensi terkena dampak tsunami dari gempa ini. Termasuk di ujung utara pulau utara Selandia Baru, Pulau Great Barrier di timur Auckland dan hamparan pantai di sepanjang timur negara itu.

Bagian utara Selandia Baru adalah satu-satunya daerah yang berpotensi terancam tsunami.

Gelombang yang lebih kecil diperkirakan akan terjadi di negara lain di kawasan ini termasuk Australia, Kepulauan Cook, dan Samoa Amerika.

Belum ada laporan awal tentang korban atau kerusakan akibat gempa ini. Gempa ini awalnya dicatat oleh USGS pada magnitudo 7,5 sebelum direvisi menjadi 7,7.

Penyebab gempa disebutkan dari "Cincin Api" Pasifik, tempat lempeng tektonik bertabrakan, sering mengalami aktivitas seismik dan vulkanik.

(lir/idn)