Internet Diputus, Ribuan Orang Kembali Unjuk Rasa di Myanmar untuk Tolak Kudeta

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 11:29 WIB
Kudeta militer di Myanmar: Gerakan perlawanan meluas, dosen dan mahasiswa ikut berdemo
Ribuan orang protes kudeta militer Myanmar (Foto: BBC World)
Yangon -

Ribuan pengunjuk rasa anti-kudeta di Myanmar turun ke jalan pada hari Minggu (7/2). Aksi unjuk rasa kembali dilakukan setelah pemutusan internet gagal menahan kemarahan masyarakat atas penggulingan pemimpin terpilih oleh militer Aung San Suu Kyi.

Dilansir AFP, Minggu (7/2/2021) unjuk rasa ini menjadi protes terbesar dimana puluhan ribu orang datang ke kota-kota di seluruh negeri untuk mengutuk kudeta.

Ribuan pengunjuk rasa berbaris di Yangon, sambil membunyikan klakson mobil. Mereka mengangkat spanduk - mengatakan "Kami tidak ingin kediktatoran militer" - dan membawa bendera merah khas partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) Suu Kyi.

"Kami akan bergerak maju dan terus menuntut sampai kami mendapatkan demokrasi. Jatuhkan kediktatoran militer," kata pengunjuk rasa Myo Win (37).

Beberapa memberikan hormat tiga jari yang diilhami oleh film "Hunger Games" dan digunakan sebagai simbol perlawanan oleh pengunjuk rasa pro-demokrasi di Thailand tahun lalu.

Polisi anti huru hara ditempatkan di sekitar lokasi unjuk rasa, termasuk meriam air. Sejauh ini tidak ada bentrokan besar yang dilaporkan.

"Militer dan polisi harus memastikan hak untuk berkumpul secara damai sepenuhnya dihormati dan para demonstran tidak dikenakan pembalasan," kata kantor Hak Asasi Manusia PBB setelah protes hari Sabtu (6/2).

Seruan online untuk memprotes pengambilalihan kekuasaan oleh militer memicu pembangkangan, termasuk warga di seluruh daerah yang terus memukul panci dan wajan - sebuah praktik yang secara tradisional dikaitkan dengan mengusir roh jahat.

Saksikan juga video 'Sipil Myanmar Terus Memprotes Aksi Kudeta Militer':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2