Round Up

Terobosan di Balik Penangkapan Pemimpin Al-Qaeda di Yaman

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 20:47 WIB
An image grab taken from a video released by Al-Malahem Media, the media arm of Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP), shows Khaled Batarfi in a video posted online on June 15, 2015 HO AL-MALAHEM MEDIA/AFP/File
Pimpinan Al Qaeda, Khalid Batarfi (Foto: AL-MALAHEM MEDIA/AFP/File)
New York -

Ancaman militan global masih terus menjadi perhatian banyak negara di dunia. Salah satu terobosan yang baru saja dicapai adalah dilaporkannya penangkapan pemimpin Al-Qaeda di Yaman dalam beberapa bulan terakhir.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) merilis laporan pada Kamis (4/2) waktu setempat soal penangkapan itu. Dokumen PBB itu menyebut Khalid Batarfi, yang memimpin kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) selama kurang dari setahun, telah ditangkap.

Seperti dilansir AFP, Jumat (5/2/2021), wakil Btarfi yang diidentifikasi sebagai Saad Atef al-Awlaqi dilaporkan tewas dalam 'operasi di kota Ghayda, wilayah Al-Mahrah, pada Oktober' tahun lalu.

Laporan PBB itu menjadi konfirmasi pertama secara resmi soal penangkapan Batarfi, setelah bermunculan sejumlah laporan tak terverifikasi. Laporan itu diajukan ke Dewan Keamanan PBB dari tim pemantau PBB khusus kelompok ekstremis.

Namun tidak diungkapkan lebih lanjut soal keberadaan militan itu atau detail lebih lanjut soal operasi pada Oktober 2020.

Secara terpisah, SITE Intelligence Group, yang memantau aktivitas online kelompok-kelompok militan, mencatat bahwa 'laporan yang belum dikonfirmasi' pada Oktober 2020 lalu menyebut Batarfi ditangkap oleh pasukan keamanan Yaman dan diserahkan kepada Arab Saudi.

"Selain kehilangan kepemimpinan,AQAP mengalami pengikisan jajarannya yang disebabkan oleh perbedaan pendapat dan pembelotan, yang dipimpin oleh salah satu mantan letnan Batarfi, Abu Omar al-Nahdi," demikian disampaikan laporan PBB.

Selanjutnya
Halaman
1 2