Inggris Usir 3 Mata-mata China yang Menyamar Jadi Jurnalis

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 14:43 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Ilustrasi (Foto: REUTERS/Phil Noble)
London -

Otoritas Inggris dilaporkan telah mengusir tiga mata-mata China dari negaranya. Dalam laporan The Daily Telegraph, ketiganya berpura-pura menyamar sebagai jurnalis selama satu tahun terakhir.

Dilansir dari AFP, Jumat (5/2/2021) ketiganya diketahui merupakan perwira intelijen untuk Kementerian Keamanan China.

"Identitas mereka yang sebenarnya ditemukan oleh Unit Intelijen Militer (MI5) dan mereka telah dipaksa untuk kembali ke China," katanya, merujuk pada badan intelijen domestik Inggris.

Ketiganya mengaku "bekerja untuk tiga kantor media China yang berbeda," kata sumber itu, seraya menambahkan bahwa mereka semua telah berada di negara itu dalam 12 bulan terakhir.

Laporan itu tidak menyebutkan nama-nama kantor media China yang dimaksud.

Hubungan Inggris-China menjadi semakin tegang seiring laporan-laporan bahwa China melakukan tindak kekerasan di Hong Kong dan Xinjiang, dan melarang jaringan 5G Inggris, Huawei memasuki China karena masalah keamanan.

Pada hari Kamis (4/2), regulator Inggris mencabut lisensi jaringan berita China, CGTN setelah menemukan pemiliknya melanggar hukum Inggris.

Regulator Inggris mengatakan pemegang lisensi CGTN, Star China Media Ltd, gagal menunjukkan bahwa mereka memiliki pengawasan editorial atas jaringan tersebut, dan bahwa pengalihan yang diusulkan ke grup media lain akan tetap mengikatnya dengan Partai Komunis China.

Penyiar satelit berbahasa Inggris itu telah lama menghadapi kritik karena meniru kebijakan Partai Komunis dalam siaran globalnya. Di Amerika Serikat, CGTN menjadi satu dari tujuh media China yang disponsori negara dan bukan media independen.

Simak juga Video "Blak-blakan Soleman B. Ponto Tentang Seaglider dan Mata-mata China":

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)