Dewan Keamanan PBB Serukan Pembebasan Aung San Suu Kyi

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 10:10 WIB
Myanmar leader Aung San Suu Kyi watches the vaccination of health workers at hospital Wednesday, Jan. 27, 2021, in Naypyitaw, Myanmar. Health workers in Myanmar on Wednesday became the countrys first people to get vaccinated against COVID-19, just five days after the first vaccine supply was delivered from India. (AP Photo/Aung Shine Oo)
Aung San Suu Kyi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Dewan Keamanan PBB menyerukan pembebasan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan pejabat lainnya yang ditahan oleh militer. DK PBB juga menekankan perlunya menegakkan demokrasi, meski tidak mengutuk kudeta.

Dilansir dari Reuters, Jumat (5/2/2021) dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Kamis (4/2) waktu setempat, Dewan Keamanan PBB "menekankan perlunya menegakkan lembaga dan proses demokrasi, menahan diri dari kekerasan, dan sepenuhnya menghormati hak asasi manusia, kebebasan fundamental dan supremasi hukum."

Pernyataan itu tidak menyebutkan soal kudeta - tampaknya agar mendapat dukungan dari China dan Rusia, yang selama ini melindungi Myanmar dari tindakan dewan. China juga memiliki kepentingan ekonomi yang besar di Myanmar dan hubungan dengan militer negara itu.

Misi PBB di China mengatakan Beijing berharap pesan utama dalam pernyataan itu dapat diperhatikan oleh semua pihak dan mengarah pada hasil yang positif di Myanmar.

Peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi (75) belum terlihat sejak penahanannya. Polisi telah mengajukan tuntutan terhadapnya karena mengimpor secara ilegal dan menggunakan enam radio walkie-talkie yang ditemukan di rumahnya.

Total ada 147 orang telah ditahan sejak kudeta tersebut, termasuk aktivis, anggota parlemen dan pejabat dari pemerintahan Aung San Suu Kyi, kata Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik Myanmar (AAPP).

(izt/ita)