Indonesia Jadi Negara Mitra Terlama Sepanjang Sejarah Hannover Messe

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 19:02 WIB
Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno
Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno (Foto: KBRI Berlin)
Berlin -

Indonesia akan menjadi mitra penyelenggara pameran industri terbesar dunia, Hannover Messe selama dua tahun, yakni pada 2021 untuk pameran dalam platform digital dan tahun 2023 dalam platform langsung. Ini menjadikan Indonesia sebagai negara mitra terlama sepanjang sejarah Hannover Messe.

"Di depan para media saat ini, saya ingin sampaikan bahwa Indonesia siap menawarkan lahan untuk menjadi Pusat Kawasan Industri Jerman di Indonesia. Kita sudah siapkan lahan sekitar 100 hektar. Beberapa insentif lain juga sudah disiapkan terutama untuk pengembangan sektor otomasi dan inovasi digital Jerman di Indonesia," kata Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno dalam rilis KBRI Berlin, Kamis (4/2/2021).

Dubes Oegroseno menyebut Indonesia sudah melakukan berbagai persiapan sejak tahun 2018, di mana Indonesia mulai berdiskusi untuk ditetapkan sebagai negara mitra. Persiapan dan road show untuk publikasi juga sudah dilakukan sejak 2019.

"Dan akhirnya di 2021 ini kita akan menjadi partner untuk pameran yang untuk pertama kalinya dilangsungkan secara digital. Ini akan terus berlanjut sampai 2023 nanti," ujar Dubes Oegroseno.

Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara mitra dalam dual platform di 2021 dan 2023. Meski kondisi ekonomi memburuk, namun setidaknya ada tiga angka ekonomi yang menarik.

Pertama, digital ekonomi Indonesia meningkat sekitar 11% dari tahun sebelumnya. Tahun 2019 digital ekonomi Indonesia mencapai USD 40 miliar dan tahun 2020 sebesar 44 miliar, 25% di antara penambahan tersebut berasal dari sektor kesehatan.

Kedua, dalam kondisi resesi, angka ekspor Indonesia lebih tinggi jika dibandingkan pada bulan yang sama di tahun 2013.

Ketiga adalah angka Investasi di Indonesia yang meningkat terutama untuk investasi domestik. Selama masa pandemi Indonesia memperoleh enam belas komitmen investasi terutama untuk pengalihan dan diversifikasi.

Indikasi-indikasi tersebut menjadi modal bagi Indonesia untuk pengembangan ekonominya.

Selanjutnya
Halaman
1 2