Marak Demo Penunjukan Rektor, Erdogan Sebut Demonstran Teroris

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 10:06 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan makes a statement after chairing the cabinet meeting in Ankara, on December 14, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/ADEM ALTAN)
Istanbul -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemerintahnya tidak akan membiarkan demonstrasi yang telah terjadi selama sebulan di sebuah universitas Turki tumbuh menjadi protes anti-pemerintah seperti yang terjadi pada tahun 2013. Erdogan pun menyebut para pengunjuk rasa sebagai teroris.

Mahasiswa dan sejumlah dosen di Universitas Bogazici di Istanbul memprotes penunjukan Melih Bulu oleh Erdogan sebagai rektor. Para demonstran menyebut penunjukan akademisi itu tidak demokratis dan memintanya mengundurkan diri. Penunjukan ini memicu perdebatan soal campur tangan pemerintah dan aksi-aksi demo di tempat lain. Lebih dari 250 orang ditahan dalam aksi demo di Istanbul minggu ini dan 69 orang lainnya di Ankara.

Melalui cuitannya pada Selasa (02/02), Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu menyebut para demonstran mahasiswa tersebut sebagai 'LGBT menyimpang'. Twitter memberi tanda khusus pada cuitan tersebut dengan alasan isinya melanggar 'peraturan tentang sikap yang mendorong kebencian', tetapi ditambahkan bahwa cuitan Suleyman Soylu tetap dapat diakses demi kepentingan publik.

Sebelumnya, kerusuhan juga pernah terjadi dalam sebuah demonstrasi terbesar pada 2013, saat itu ratusan ribu orang berdemo menentang rencana pemerintah untuk membangun replika barak Ottoman di Taman Gezi Istanbul.

"Negara ini tidak akan dijalankan oleh teroris. Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencegah ini," kata Erdogan kepada para anggota partainya, AKP. Dia mengatakan pengunjuk rasa tidak memiliki nilai-nilai nasional dan spiritual Turki dan merupakan anggota kelompok teroris.

"Apakah Anda pelajar atau teroris yang mencoba menyerang ruang rektor?" kata Erdogan. "Negara ini tidak akan lagi menyiarkan acara Gezi di Taksim, tidak akan mengizinkannya. Kami tidak mendukung teroris," imbuhnya.

Sebelumnya, Bulu menegaskan dirinya tidak akan mundur meskipun diprotes. "Saya tidak pernah berpikir untuk mengundurkan diri," kata Bulu kepada para wartawan seperti dikutip media Turki.

Pemimpin utama partai oposisi, Kemal Kilicdaroglu, juga menyerukan pengunduran diri Bulu. Walikota Ankara Mansur Yavas mendesak Bulu dalam surat terbuka untuk mengorbankan posisinya demi perdamaian akademis, pemuda dan masa depan Turki.

Selanjutnya
Halaman
1 2