Meksiko Tangkap 12 Polisi yang Terlibat Pembantaian Imigran

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 14:28 WIB
U.S. Customs and Border Protection (CBP) officials stand guard next to the border wall after a group of migrants, part of a caravan of thousands from Central America trying to reach the United States, crossed illegally from Mexico to the U.S., as seen from Tijuana, Mexico December 13, 2018. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi -- Perbatasan AS-Meksiko (dok. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

Kedua imigran Guatemala tersebut diidentifikasi setelah kerabat suku Maya mereka memberikan sampel DNA untuk membantu penyidik.

Lebih dari selusin korban diyakini berasal dari dataran tinggi Guatemala, wilayah yang paling parah terkena dampak pandemi virus Corona dan cuaca ekstrem tahun lalu.

Juga di antara yang tewas adalah pemilik salah satu truk pickup yang terbakar yang ditemukan di tempat kejadian, kata jaksa penuntut. Truk itu telah disita berminggu-minggu sebelumnya selama penahanan 66 migran di negara bagian tetangga Nuevo Leon, tetapi kemudian dikembalikan ke pemiliknya, yang diidentifikasi sebagai Jesus M.

Jaksa penuntut menyebut Daniel P, yang menjadi salah satu korban Meksiko, sebagai penyelundup imigran.

Insiden itu terjadi di area pedesaan yang ada di kawasan tersibuk perbatasan AS-Meksiko yang dipicu penyeberangan ilegal.

Penyidik meyakini bahwa para korban merupakan bagian dari konvoi kendaraan pembawa migran, termasuk warga Salvador, dan sejumlah pria yang menggunakan senjata untuk perlindungan diri.

Polisi yang ditahan tampaknya telah merekayasa lokasi kejadian dan melepas selongsong peluru, kata jaksa penuntut. Laporan polisi dan informasi yang diberikan tersangka dalam wawancara tidak sesuai dengan catatan telepon dan data lokasi.

Halaman

(izt/nvc)