Puluhan Politikus AS Ramai-ramai Keluar dari Partai Republik

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 09:58 WIB
President Donald Trump listens during an event on Operation Warp Speed in the Rose Garden of the White House, Friday, Nov. 13, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Donald Trump (dok. AP/Evan Vucci)
Washington DC -

Puluhan politikus Partai Republik di Amerika Serikat (AS), terutama yang menjabat pada era pemerintahan Presiden George W Bush, telah keluar dari partai beraliran konservatif itu. Mereka yang keluar menjuluki Partai Republik saat ini telah menjadi 'kultus' bagi mantan Presiden Donald Trump.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (2/2/2021), kebanyakan mereka yang keluar dari partai merasa kecewa dengan kegagalan para anggota parlemen Republikan untuk mengecam Trump setelah klaim palsu soal kecurangan pemilu yang dilontarkannya memicu aksi penyerbuan dan kerusuhan di Gedung Capitol bulan lalu.

Para pejabat yang beberapa memegang jabatan tinggi pada era pemerintahan Bush ini, mengharapkan kekalahan Trump dalam pilpres akan membuat para pemimpin Partai Republik untuk meninggalkan Trump dan mengecam klaim-klaim tak berdasar soal pilpres AS 2020 dicuri darinya.

Namun dengan kebanyakan anggota parlemen Republikan masih 'menempel' pada Trump, para pejabat ini menyatakan mereka tidak lagi mengenali partai yang telah menjadi tempat mereka mengabdi selama bertahun-tahun.

Menurut belasan pejabat era Bush yang bicara kepada Reuters, beberapa pejabat langsung mengakhiri keanggotaan mereka di Partai Republik yang berdiri sejak 1854 silam ini. Ada juga yang membiarkan masa keanggotaannya berakhir dengan sendirinya dan sejumlah kecil menyatakan diri sebagai politikus independen.

"Partai Republik yang saya ketahui sudah tidak ada lagi, saya akan menyebutnya kultus Trump," cetus Jimmy Gurule yang menjabat Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Terorisme dan Intelijen Keuangan pada era Bush.

Kristopher Purcell yang bekerja di kantor komunikasi Gedung Putih pada era Bush selama 6 tahun, menuturkan bahwa sekitar 60-70 pejabat era Bush memutuskan untuk keluar dari Partai Republik atau memutuskan hubungan dengan partai itu. "Jumlahnya bertambah setiap hari," ucapnya.

Saksikan video 'Canggihnya Robot Pendeteksi Covid-19 di AS untuk Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]