Kudeta di Myanmar, Bangladesh Harap Komitmen Pemulangan Rohingya Dijaga

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 16:42 WIB
HIV dan Penyakit Menular Seksual Mewabah di Kamp Pengungsi Rohingya
Ilustrasi -- Pengungsi Rohingya di Bangladesh (DW News)
Dhaka -

Otoritas Bangladesh menyerukan agar perdamaian dan stabilitas ditegakkan di Myanmar setelah militer melakukan kudeta. Bangladesh juga mengharapkan agar Myanmar menjaga komitmennya dalam upaya pemulangan warga etnis minoritas Muslim Rohingya yang buntu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (1/2/2021), Bangladesh yang mayoritas berpenduduk Muslim ini telah menampung 1 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari operasi militer Myanmar di Rakhine.

Proses pemulangan pengungsi Rohingya yang didukung Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) gagal dijalankan meski ada banyak upaya dari Bangladesh, yang kini mulai memindahkan ribuan pengungsi Rohingya ke pulau terpencil di Teluk Benggala.

"Kami sangat gigih dalam mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan Myanmar dan telah bekerja dengan Myanmar untuk pemulangan secara sukarela, aman dan berkelanjutan bagi pengungsi Rohingya yang berlindung di Bangladesh," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh.

"Kami berharap proses ini terus berlanjut dengan sungguh-sungguh," imbuh pernyataan itu.

Militer Myanmar mengambil alih kekuasaan pada Senin (1/2) waktu setempat, dalam kudeta terhadap pemerintahan Myanmar yang terpilih secara demokratis yang dipimpin oleh pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi. Militer Myanmar menahan Suu Kyi dan tokoh senior pemerintahan Myanmar dalam penggerebekan dini hari.

"Kami mengharapkan agar proses demokrasi dan pengaturan konstitusional akan ditegakkan di Myanmar. Sebagai tetangga dekat dan bersahabat, kami ingin melihat perdamaian dan stabilitas di Myanmar," cetus otoritas Bangladesh dalam pernyataannya.

(nvc/ita)