2 Pengacara Trump Dikabarkan Mundur Jelang Sidang Pemakzulan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 13:20 WIB
House of Representatives (HOR) atau DPR AS mulai mempertimbangkan pemakzulan kedua Donald Trump. Ia secara resmi dituduh menghasut pemberontakan dan penyerbuan para pendukungnya di gedung parlemen, Capitol Hill, Rabu (6/1/2021) lalu.
Mantan Presiden AS, Donald Trump (Foto: AP Photo)
Washington - Dua pengacara mantan Presiden Donald Trump mengundurkan diri beberapa hari sebelum sidang senat terkait pemakzulannya dilakukan.

Dilansir dari Associate Press, Minggu (31/1/2021) seorang sumber mengatakan bahwa pengacara itu bernama Butch Bowers dan Deborah Barbier, keduanya berasal dari Carolina Selatan, tidak lagi bersama tim pembela Trump.

Mundurnya dua pengacara itu disebut menjadi keputusan bersama yang mencerminkan perbedaan pendapat tentang arah perkara. Kondisi ini membuat tim pembela Trump mengalami pergolakan menjelang sidang pemakzulan nanti.

Salah seorang sumber lain menambahkan nantinya akan ada pengacara tambahan yang akan diumumkan dalam satu atau dua hari kedepan.

Greg Harris dan Johnny Gasser, dua mantan jaksa federal dari Carolina Selatan, juga keluar dari tim.

Menurut sumber lainnya, alasan Bowers dan Barbier meninggalkan tim karena Trump ingin mereka menggunakan pembelaan yang mengandalkan tuduhan penipuan pemilu, dan para pengacara tidak bersedia melakukannya.

Trump terus mencari pengacara yang bersedia membelanya setelah menjadi presiden pertama dalam sejarah yang dimakzulkan dua kali. Dia akan diadili pada 8 Februari atas tuduhan penghasutan para pendukungnya untuk menyerbu Kongres sebelum pelantikan Presiden Joe Biden.

Setelah banyak pengacara menolak untuk menangani kasus tersebut, Trump diperkenalkan ke Bowers oleh salah satu sekutu terdekatnya di Senat Carolina Selatan, Lindsey Graham.

Bowers, seorang tokoh yang akrab di lingkaran hukum Republik, memiliki pengalaman bertahun-tahun mewakili pejabat terpilih dan kandidat politik, termasuk Gubernur Carolina Selatan Mark Sanford melawan gagalnya upaya pemakzulan dan merubahnya menjadi penyelidikan etika.

Para pendukung Partai Republik dan Trump menyebut pengadilan Trump tidak konstitusional karena dia tidak lagi menjabat. (izt/dhn)