Round Up

Kata-kata Menohok Yordania ke Israel Soal Vaksin Warga Palestina

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 23:58 WIB
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
ilustrasi vaksin Corona (Foto: iStock)
Amman -

Israel telah meluncurkan program vaksinasi Corona bagi warganya pada bulan lalu. Melihat hal itu, Raja Yordania Abdullah mendesak pemerintah Israel untuk memberikan vaksin COVID-19 kepada warga Palestina yang berada di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Tindakan Israel yang tidak menyediakan vaksin untuk warga Palestina di wilayah pendudukan disebut Yordania sebagai hal yang kontraproduktif.

"Israel telah meluncurkan vaksin yang sangat sukses, namun Palestina belum," kata Raja Abdullah pada Forum Ekonomi Dunia tahunan di Davos, Swiss dilansir AFP, Jumat (29/1/2021).

"Anda tidak dapat memvaksinasi satu bagian dari masyarakat Anda dan berpikir bahwa Anda akan aman," katanya melalui konferensi video. "Itu adalah pelajaran No. 1 yang diajarkan COVID-19 kepada kita," cetus Raja Yordania itu.

Raja Abdullah mengatakan pada hari Kamis (28/1) bahwa virus Corona "tidak peduli dengan perbatasan, orang kaya atau orang miskin atau siapa pun."

Israel meluncurkan program vaksinasi sebulan lalu. Sejak itu, hampir 2,8 juta orang dari 9 juta populasinya telah menerima suntikan pertama, dengan setengah dari jumlah itu sudah mendapatkan dosis kedua juga.

Kritik Tajam untuk Israel

Para pemukim Yahudi di Tepi Barat saat ini sedang diinokulasi, tapi warga Palestina tidak. Hal ini telah memicu kritik tajam dari kelompok-kelompok hak asasi manusia dan Palestina sendiri.

Awal bulan ini, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mendesak komunitas internasional "untuk meminta pertanggungjawaban Israel" dan memastikan bahwa mereka memberikan vaksin kepada semua warga Palestina yang tinggal di bawah pendudukan Israel.

Sekitar 2,8 juta warga Palestina hidup di bawah pendudukan Israel di Tepi Barat, sementara 2 juta orang tinggal di wilayah Jalur Gaza yang miskin dan diblokade Israel.

Selanjutnya
Halaman
1 2