China Peringatkan Keras Taiwan: Kemerdekaan Berarti Perang!

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 16:13 WIB
Helicopters fly over President Office with Taiwan National flag during the National Day celebrations in Taipei, Taiwan, Saturday, Oct. 10, 2020. Taiwanese President Tsai Ing-wen said Saturday she has hopes for less tensions with China and in the region if Beijing will listen to Taipei’s concerns, alter its approach and restart dialogue with the self-ruled island democracy. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Ilustrasi (dok. AP Photo/Chiang Ying-ying)
Beijing -

Pemerintah China memberikan peringatan keras pada Taiwan setelah meningkatkan aktivitas militernya di dekat pulau itu beberapa waktu terakhir. Ditegaskan China kepada Taiwan bahwa 'kemerdekaan berarti perang'.

Otoritas China juga menegaskan bahwa militernya akan bertindak terhadap setiap provokasi dan campur tangan asing terhadap urusan Taiwan.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/1/2021), Taiwan yang diklaim oleh China sebagai bagian wilayahnya, melaporkan sejumlah penyusupan oleh jet-jet tempur dan pesawat pengebom China ke dalam Zona Identifikasi Pertahanan Udara mereka pada akhir pekan lalu. Insiden itu memicu kekhawatiran Amerika Serikat (AS), yang selalu mendukung Taiwan.

Otoritas China meyakini bahwa pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis tengah menggerakkan pulau itu menuju deklarasi kemerdekaan formal. Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, sendiri berulang kali menegaskan bahwa Taiwan sudah menjadi negara merdeka dengan nama resmi Republik China.

Saat ditanya dalam konferensi pers bulanan soal aktivitas Angkatan Udaranya baru-baru ini, juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari China.

"Aktivitas militer yang dilakukan Tentara Pembebasan Rakyat China di Selat Taiwan merupakan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi situasi keamanan terkini di Seat Taiwan dan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional," tegasnya.

"Tindakan itu menjadi respons serius terhadap campur tangan eksternal dan provokasi oleh pasukan 'kemerdekaan Taiwan," imbuh Wu.