Remaja Singapura Niat Serang 2 Masjid, Organisasi Agama Diminta Waspada

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 12:23 WIB
bendera Singapura
Ilustrasi (dok. Internet)
Singapura -

Organisasi-organisasi keagamaan di Singapura diminta lebih waspada setelah penangkapan seorang remaja berusia 16 tahun yang berencana menyerang dua masjid. Remaja putra itu terinspirasi oleh pelaku penembakan brutal di masjid Selandia Baru tahun 2019 lalu.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (28/1/2021), Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, meminta badan pemerintahan terkait -- Departemen Keamanan Dalam Negeri (ISD) dan Kementerian Kebudayaan, Komunitas dan Pemuda (MCCY) -- untuk memperingatkan organisasi-organisasi keagamaan.

"Saya telah meminta ISD dan MCCY untuk melibatkan organisasi keagamaan agar lebih waspada, lintas agama yang berbeda," ungkap Shanmugam kepada wartawan setempat.

"Saran telah diterbitkan untuk organisasi keagamaan, memperkuat kesiapan menghadapi krisis untuk lebih waspada," imbuhnya.

Remaja putra yang tidak disebutkan namanya itu disebut telah meradikalisasi dirinya sendiri. ISD menyebut remaja itu menonton video propaganda Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) hingga sampai pada kesimpulan yang salah bahwa ISIS mewakili Islam, dan bahwa Islam meminta pengikutnya untuk membunuh kafir.

Remaja itu juga disebut terpengaruh oleh tindakan serta manifesto Brenton Tarrant, pelaku penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

ISD menyebut remaja itu berencana menyerang dua masjid di area Woodlands pada 15 Maret tahun ini, yang merupakan peringatan tragedi penembakan massal di Christchurch. Remaja yang menganut Kristen Protestan dan merupakan keturunan India ini ditahan sejak Desember 2020 di bawah Undang-undangan Keamanan Dalam Negeri (ISA).