Rencanakan Serangan Teror ke 2 Masjid, Remaja Singapura Ditangkap

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 18:26 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Seorang remaja berumur 16 tahun telah ditangkap di Singapura di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri Singapura (ISA) setelah berencana menyerang umat Islam di dua masjid di daerah Woodlands. Serangan teroris itu rencananya akan dilakukan pada Maret, saat peringatan serangan Christchurch di Selandia Baru.

Seperti diberitakan Channel News Asia, Rabu (27/1/2021), remaja putra yang tidak disebutkan namanya itu adalah seorang Kristen Protestan dari etnis India. Dia adalah orang termuda yang ditangkap di bawah ISA untuk kegiatan terkait terorisme. Demikian disampaikan Departemen Keamanan Dalam Negeri (ISD) dalam rilis media pada Rabu (27/1) ini.

ISD menyatakan bahwa pelajar yang ditangkap pada Desember 2020 tersebut merupakan tahanan pertama yang terinspirasi oleh ideologi ekstremis sayap kanan.

ISD menyatakan remaja Singapura itu terpengaruh serangan teror 2019 di dua masjid di Christchurch. Dia telah merencanakan untuk melakukan serangannya dengan menggunakan parang pada 15 Maret tahun ini.

"Dia meradikalisasi diri, dimotivasi oleh antipati yang kuat terhadap Islam dan ketertarikan pada kekerasan," kata ISD.

"Dia menonton video siaran langsung serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret 2019, dan membaca manifesto penyerang Christchurch, Brenton Tarrant," imbuh ISD.

"Dia juga telah menonton video propaganda Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), dan sampai pada kesimpulan yang salah bahwa ISIS mewakili Islam, dan bahwa Islam meminta pengikutnya untuk membunuh kafir," kata ISD.

ISD mengatakan remaja itu diketahui telah membuat rencana dan persiapan terperinci untuk menyerang kedua masjid di Woodlands tersebut. Menurut ISD, jelas bahwa dia dipengaruhi oleh tindakan dan manifesto Tarrant.

Selanjutnya
Halaman
1 2