Rumor Duterte Bunuh Orang via Vaksin Hambat Vaksinasi Corona di Filipina

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 11:21 WIB
In this photo provided by the Malacanang Presidential Photographers Division, Philippine President Rodrigo Duterte wears a protective mask as he meets members of the Inter-Agency Task Force on the Emerging Infectious Diseases in Davao province, southern Philippines on Monday Sept. 21, 2020. Duterte says he has extended a state of calamity in the entire Philippines by a year to allow the government to draw emergency funds faster to fight the COVID-19 pandemic and harness the police and military to maintain law and order. (Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Rodrigo Duterte (dok. Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Manila -

Munculnya rumor-rumor liar dan meningkatnya kekhawatiran publik menghambat rencana vaksinasi virus Corona (COVID-19) di Filipina. Salah satu rumor yang beredar menyebut vaksin Corona akan memampukan Presiden Rodrigo Duterte untuk membunuh orang-orang.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/1/2021), otoritas Filipina akan memulai vaksinasi Corona bulan depan, saat lebih dari setengah juta orang telah terinfeksi dan lebih dari 10 ribu orang tewas akibat virus ini. Namun, para pejabat setempat mengakui harus berjuang keras untuk membujuk banyak orang menerima vaksin Corona.

Perjuangan keras untuk membujuk warga ini menambah sulit tantangan logistik di mana otoritas setempat harus mendistribusikan vaksin Corona ke sedikitnya 2.000 pulau berpenghuni dengan sistem kesehatan tidak menentu.

"Pesannya harus sangat konkret dan berdasarkan bukti untuk mendorong orang-orang menerima vaksin," tutur Wakil Menteri Kesehatan, Rosario Vergerire, kepada Reuters.

"Kami meyakinkan warga Filipina bahwa vaksin apapun yang akan didistribusikan dan diberikan akan melalui proses regulasi yang ketat," imbuhnya.

Namun tetap saja, rumor-rumor liar yang beredar dan kekhawatiran warga soal keamanan vaksin memberikan tantangan tersendiri untuk pelaksanaan vaksinasi.

Salah satu rumor liar beredar di wilayah Filipina bagian selatan, yang menyebut vaksinasi Corona akan menjadi kampanye kematian yang disponsori negara. Rumor ini beredar di tengah kekhawatiran publik soal perang narkoba yang digaungkan Duterte yang telah menewaskan nyaris 6 ribu orang sejak dia menjabat tahun 2016.

Wilayah Filipina bagian selatan yang terpencil juga diketahui marak dengan pemberontakan komunis dan militansi Islamis.

"Beberapa informasi yang dibagikan di Facebook dan pesan singkat mengatakan bahwa vaksin COVD-19 mengandung microchip yang bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh Presiden Duterte, dan begitu dia menekan tombol, orang yang menerima vaksin itu akan mati," tutur Nasser Alimado yang seorang dokter pemerintah di Provinsi Lanao del Sur.

Selanjutnya
Halaman
1 2