Joe Biden Peringatkan China Soal Ekspansinya di Asia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 09:48 WIB
Joe Biden berkantor di Ruang Oval Gedung Putih, rombak dekorasi peninggalan Donald Trump
Presiden AS, Joe Biden (Foto: BBC World)
Washington -

Baru seminggu menjabat, Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengirimkan peringatan pada China terkait ekspansinya di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Dilansir dari AFP, Kamis (28/1/2021) dalam beberapa pernyataan dan panggilan telepon ke pejabat-pejabat asing, Biden dan para pejabat keamanan utamanya telah menggarisbawahi dukungan untuk para sekutu: Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Hal itu menandakan penolakan AS atas klaim teritorial China yang disengketakan di daerah-daerah itu.

Pada Rabu (27/1) waktu setempat, Biden mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk membela Jepang, termasuk Kepulauan Senkaku, yang diklaim oleh Jepang dan China.

Sikap itu digaungkan oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, yang mengatakan kepada mitra Jepang-nya Nobuo Kishi pada hari Sabtu (23/1) bahwa pulau-pulau yang diperebutkan itu berada di bawah Perjanjian Keamanan AS-Jepang.

Austin menegaskan bahwa Amerika Serikat "tetap menentang setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut China Timur".

Setelah tiga hari pemerintahan Biden, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price memperingatkan China atas ancamannya terhadap Taiwan setelah berulang kali mengirim lebih dari selusin pesawat militer dan pesawat pembom memasuki zona pertahanan udara pulau itu.

"Kami akan berdiri bersama teman dan sekutu untuk memajukan keamanan dan nilai-nilai kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik - dan itu termasuk memperdalam hubungan kami dengan Partai Demokrat Taiwan," kata Price dalam sebuah pernyataan.

"Komitmen kami untuk Taiwan sangat kuat," imbuhnya.

Komentar tersebut semakin menekankan bahwa pemerintahan Biden akan tetap bersikap tegas terhadap China, seperti yang diwariskan mantan presiden Donald Trump.

Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka

Washington telah lama memihak kepada sekutu seperti Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Filipina, dan Malaysia dalam menolak klaim teritorial China yang disengketakan di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Pemerintahan Trump menyuarakan penolakannya atas klaim China ketika Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada Juli 2020 lalu, menyatakan bahwa sebagian besar klaim maritim Beijing di Laut China Selatan "sepenuhnya melanggar hukum".

Selanjutnya
Halaman
1 2