Round-Up

Suntikan di Pantat Bikin Vaksinasi Duterte Tak Dilihat Masyarakat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 20:32 WIB
Soal Jaminan Keamanan, Duterte Batal Uji Coba Vaksin dari Rusia
Foto: Presiden Filipina Rodrigo Duterte (DW News)
Manila -

Presiden Filipina Rodrigo Duterte tak ingin dilihat masyarakat saat sedang disuntik vaksin Corona. Hal ini karena Duterte memilih disuntik vaksin Corona di bagian pantat.

Seperti dilansir Rappler, Rabu (27/1/2021) Juru Bicara Kepresidenan, Harry Roque mengatakan hal itu menjadi alasan Duterte di balik keputusannya untuk divaksinasi tanpa menyiarkannya ke publik.

"Dia mengatakan bahwa dia akan disuntik di pantat. Itu sebabnya tidak bisa dilakukan di depan umum," katanya, Selasa (26/1).

Berdasarkan pengalaman negara-negara yang sudah meluncurkan program vaksinasi COVID-19, vaksin tersebut disuntikkan ke bagian lengan, bukan di pantat.

Vaksin tertentu di masa lalu telah diberikan melalui pantat atau gluteal, tetapi penelitian untuk vaksin Hepatitis B misalnya, merekomendasikan vaksin tersebut disuntikkan melalui lengan atau deltoid, dan bukan pantat.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (FDA) menjelaskan tentang penyuntikan vaksin ke bokong.

"Pantat tidak boleh secara rutin digunakan sebagai tempat vaksinasi untuk bayi dan anak-anak; dan, untuk menghindari cedera pada saraf siatik, itu umumnya tidak digunakan pada orang dewasa, daerah tengah bokong harus dihindari untuk semua suntikan," kata laporan itu.

Belum pasti vaksin COVID-19 mana yang akan diterima Duterte, meskipun ia telah menyatakan preferensi untuk vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan China, Sinovac atau Sputnik V yang dikembangkan Rusia.

Namun sejauh ini hanya vaksin buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer yang telah disetujui untuk penggunaan darurat di Filipina.

Keinginan Duterte untuk divaksin secara tertutup ini, sangat berbeda dari pernyataannya pada Agustus 2020 lalu, ketika dia menyatakan dirinya akan disuntik di depan umum dengan vaksin buatan Rusia.

(rdp/rdp)