Ada Celana Dalam Biru dan Sikat Toilet di Aksi Demo Rusia, Apa Artinya?

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 14:55 WIB
Police officers detain a man dressed in a horned, fur hat, and holding Russian flag during a protest against the jailing of opposition leader Alexei Navalny in Moscow, Russia, Saturday, Jan. 23, 2021. Russian police on Saturday arrested hundreds of protesters who took to the streets in temperatures as low as minus-50 C (minus-58 F) to demand the release of Alexei Navalny, the countrys top opposition figure. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Pendukung Alexei Navalny menggelar aksi demonstrasi di Rusia (Foto: AP/Pavel Golovkin)
Moskow -

Celana dalam biru dan sikat toilet, rentetan bola salju dan grafiti salju, mewarnai gerakan protes massal di Rusia untuk mendukung kritikus Kremlin, Alexei Navalny yang dipenjara. Aksi ini membuat para demonstran menjadi lebih 'kreatif'.

Dilansir dari The Straits Times, Selasa (26/1/2021), berikut adalah rangkuman dari beberapa meme dan simbol aneh dari aksi demonstrasi Rusia tersebut.

Celana Dalam Biru

Sejak Desember 2020, demonstran Rusia menggantungkan celana dalam biru di papan tanda jalan, memasang gambar yang hanya mengenakan pakaian dalam biru dan membawanya saat aksi protes.

Celana dalam warna biru tersebut merupakan sindiran bahwa Navalny diberi racun saraf Novichok pada Agustus 2020.

Navalny pernah mengatakan bahwa agen dari Layanan Keamanan Federal (FSB) menempatkan racun itu di lapisan celana dalam warna birunya.

Ketika Presiden Rusia Vladimir Putin menandai ritual Ortodoks untuk merayakan pembaptisan Yesus Kristus bulan ini, ia mencelupkan diri ke dalam air dingin dengan mengenakan celana renang warba biru, sekutu-sekutu Navalny dengan nada bercanda menyebut Putin mengenakan pakaian dalam musuh utamanya.

Sikat Toilet

Setelah menghabiskan lima bulan di Jerman untuk menyembuhkan diri dari keracunan, Navalny kembali ke Rusia bulan ini dan langsung ditahan.

Juru kampanye antikorupsi berusia 44 tahun itu menyerukan unjuk rasa massal, dengan merilis penyelidikan atas properti mewah di pantai Laut Hitam Rusia yang diduga dimiliki oleh Putin.

Properti itu, menurut Navalny menelan biaya lebih dari US$ 1,35 miliar, di mana diduga memiliki gelanggang es bawah tanah hingga kasino.

Yang paling menonjol bagi oposisi Rusia adalah biaya yang dilaporkan untuk sikat toilet kelas atas yakni 700 euro (Rp 11,9 juta). Beberapa pengunjuk rasa membawa sikat serupa meski harganya jauh lebih murah, saat aksi demonstrasi hari Sabtu lalu (23/1).

Selanjutnya
Halaman
1 2