Taiwan Usir Hampir 4 Ribu Kapal China Pengeruk Pasir Selama 2020

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 18:32 WIB
Kapal Perang China Masuki Samudera Hindia di Tengah Krisis Maladewa
Ilustrasi Kapal China yang Diusir Taiwan (Foto: Australia Plus ABC)
Taipei -

Taiwan telah mengusir hampir 4.000 kapal China yang secara ilegal mengeruk pasir dari perairannya pada tahun 2020. Jumlah tersebut meningkat lebih dari enam kali lipat dibanding tahun sebelumnya ketika Beijing berupaya untuk menambah tekanan pada Taiwan.

Dilansir dari AFP, Senin (25/1/2021), China di bawah Presiden Xi Jinping telah mengambil langkah yang kian agresif terhadap Taiwan - terutama selama dua belas bulan terakhir dengan jet-jet dan pesawat pembom Beijing yang terbang di pulau itu. Perairan di sekitar Taiwan telah menjadi zona panas.

Penjaga pantai Taiwan pada hari Senin (25/1) ini mengatakan kepada AFP bahwa mereka mencatat lonjakan jumlah kapal keruk pasir China yang secara ilegal memasuki perairannya.

Hingga November tahun 2020 lalu, Taiwan telah mengusir 3.969 kapal pengeruk China, dibandingkan dengan 600 kapal pada 2019 dan 71 kapal pada 2018.

Para pemimpin China memandang Taiwan sebagai wilayah mereka dan telah berjanji pada suatu hari akan merebutnya, dengan kekerasan jika perlu.

Pemerintah China telah meningkatkan tekanan ekonomi dan diplomatik sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016, karena dia menolak gagasan bahwa pulau itu adalah bagian dari "satu China".

Jet-jet tempur China mencatat rekor melakukan 380 serangan ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan tahun lalu. Para analis memperingatkan bahwa ketegangan saat ini berada pada titik tertinggi sejak pertengahan 1990-an.

Beijing marah dengan hubungan Taipei yang mulai dekat dengan Washington di bawah kepemimpinan mantan presiden Donald Trump. Trump menggunakan Taiwan sebagai pengaruh saat dia berseteru dengan China dalam sejumlah masalah.

Setelah pelantikan Presiden AS Joe Biden pekan lalu - di mana duta besar de facto Taipei diundang - Beijing mengirim armada jet dan pesawat pembom ke ADIZ pada Sabtu (23/1) dan Minggu (24/1).

Selanjutnya
Halaman
1 2