Israel Ekstradisi Wanita yang Didakwa Pelecehan Seks Anak di Australia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 16:34 WIB
Malka Leifer, mantan guru yang dituduh lakukan pelecehan seksual
Malka Leifer. pelaku tuduhan pelecehan seksual (Foto : AP)
Yerusalem -

Otoritas Israel mengekstradisi seorang wanita atas 74 dakwaan pelecehan seksual anak di Australia pada Senin (25/1). Ekstradisi tersebut terjadi setelah enam tahun melalui pertentangan hukum yang membuat hubungan kedua negara menegang.

Dilansir dari Associate Press, Senin (25/1/2021), wanita itu bernama Malka Leifer. Leifer adalah mantan guru yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa bekas siswa di sebuah sekolah Yahudi di Melbourne, Australia. Dia telah berjuang melawan ekstradisi dari Israel sejak 2014.

Sebuah media Israel memotret Leifer yang menaiki pesawat di Bandara Ben Gurion pada Senin pagi (25/1). Terlihat pergelangan kaki dan tangannya diborgol. Pengacaranya membenarkan ekstradisi tersebut.

Situs berita berbahasa Ibrani, Ynet melaporkan bahwa dia naik penerbangan ke Frankfurt, Jerman di mana dia akan pindah ke penerbangan lain menuju Australia.

Keberangkatannya diatur sebelum penutupan bandara oleh Israel pada tengah malam karena wabah COVID-19 di negara itu.

Pada bulan Desember 2020, Mahkamah Agung menolak banding terakhir terhadap ekstradisinya, dan Kementerian Kehakiman Israel menandatangani perintah untuk mengirimnya ke Australia.

Leifer menghadapi 74 dakwaan pelecehan seksual anak yang diduga dilakukannya saat mengajar di Melbourne.

Ketika tuduhan terhadapnya mulai muncul pada 2008, Leifer yang lahir di Israel meninggalkan Melbourne dan kembali ke Israel, tempat dia tinggal sejak itu.

Kritikus, termasuk para korban Leifer, telah menuduh otoritas Israel terlalu lama menunda kasus. Saat itu, Leifer mengklaim dirinya tidak sehat secara mental untuk diadili.

Tahun lalu, panel psikiater Israel memutuskan bahwa Leifer berbohong tentang kondisi mentalnya, sehingga mendorong ekstradisi.

Manny Waks, kepala Voice against Child Sex Abuse, sebuah organisasi yang mewakili para korban Leifer, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "ini adalah hari yang luar biasa untuk keadilan!"

"Kami sekarang benar-benar dapat menantikan Leifer menghadapi keadilan di Australia atas 74 dakwaan yang dia hadapi," katanya.

(izt/ita)